Setelah lebih dari seminggu gak posting, gak BeWe, karena sok sibuk & mentok ide :02: , akhirnya masih bisa menyempatkan posting kembali, walau postingannya kurang atau bahkan gak bermakna sama sekali, yang penting bisa posting.

Sebelumnya mohon maaf, tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung sara, suku atau bahasa apapun, sekedar postingan ringan dari blogger newbie yang kering ide.

Beda bahasa beda telinga pendengaran. Maksudnya? Contoh : coba perhatikan dan dengarkan suara ayam jantan berkokok, kemudian suruh orang Jawa Barat (Sunda) menirukannya! Biasanya orang Sunda menirukannya dengan menyebut: “kongkorongoook….” Lain lagi kalau yang denger orang Betawi: “kukuruyuuukkkk…”  Pastinya akan lain lagi jika yang menirukan suara ayam adalah orang Batak, Jawa, Madura, Ambon, Arab, Inggris, Amerika, dll., padahal ayam jantan dimanapun suaranya seperti itu, nyaris sama.

Begitupun dalam mendengarkan suara-suara lain, orang yang beda bahasa biasanya memiliki pendengaran yang berbeda. Misal dalam mendengar bunyi mobil tabrakan, tiap daerah memiliki pendengaran yang beda padahal bunyi aslinya sama. Konon alias katanya – kata dosen saya waktu masih kuliah – orang Betawi asli jika menirukan bunyi mobil tabrakan itu suaranya “Taakkkk…”, orang Jawa dengan logat Jawanya menirukannya dengan suara mobil tabrakan “Teeeess…”, orang Sunda “Jebreeeddd…” benarkah? Bagaimana menurut telinga anda?

(Kita semua sama, makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulya).

Incoming search terms for the article:

Postingan yang berhubungan

  • Bagi saya, nulis itu tetap susah