Professional ‘tidak musti’ multitalent

Walau banyak seorang professional yang memiliki multitalenta, tapi tak sedikit pula seorang multitalenta yang tidak bisa professional karena kelebihan beban pekerjaan atau alasan lain.

Professional tidak musti multitalent, atau sebaliknya orang yang multitalent tidak selalu professional. Kedua kalimat ini tepat diterapkan bagi individu atau tim dalam bekerja sama yang berprinsip ‘serahkan pada ahlinya’. “Keahlian di satu bidang saja bukan masalah, asalkan benar-benar menguasai kulit luar sampai ‘jeroan’ bidang tersebut”.

Hal ini bahkan lebih tepat dari pada mempercayakan beberapa bidang pada salah seorang saja yang dianggap memiliki kemampuan multitalenta disegala bidang, sebab sehebat apapun seseorang tetap memiliki kelemahan apalagi jika diberi beban yang berlebihan. :01:

Share Button

Incoming search terms for the article:

156 thoughts on “Professional ‘tidak musti’ multitalent

  1. arkasala

    menarik sekali ni Kang, kebetulan saya lagi asyik juga membaca sebuah buku tentang effek medici yang ada hubungannya dengan multitalent dan profesionalisme.
    Trims sekali …. mangstaaaab :)

  2. muhammad zakariah

    jujur.. sy masih bingung dengan banyak pelajar yg mengatas namakan pelajar profesional yg multi talenta.. tapi kok suka tawuran??? aneh.. payah.. memalukan.. :16:

    *kabuurrrr.. :18:
    .-= muhammad zakariah´s last blog ..tujuan =-.

  3. Oyen

    professional itu tuntutan, kalo tidak kita bakalan ketinggalan…kalo multitalent itu peluang, kalo ingin menjadi garda terdepan…di balai kami, multitalent dan professional sudah kewajiban karena keterbatasan sumber daya, jadi kami dituntut untuk menguasai bidang ilmu di luar disiplin ilmu kami, karena kalo masing2 dari kita ketemu user, mereka rata-rata gak mau tahu apa bidang kepakaran kita, jadi kalo mereka tanya kita harus bisa semaksimal mungkin menjawabnya walaupun itu bukan bidang keilmuan kita, karena kalo kita tidak berusaha tahu, kita akan kehilangan peluang

  4. akhta

    Multi Talent tepatnya untuk anak usia didik karena dia masih mencari dan mengembangkan bakatnya disemua bidang. Lihat saja kurikulum saat ini yang mewajibkan anak belajar semua hal. Itu sama juga dengan memaksa anak menguasai semuanya.
    Profesional tepatnya diarahkan untuk orang yang tidak lagi belajar secara reguler namun sudah mengembangkan apa yang dikuasainya dengan dedikasi.

    Apa bener gitu ya?:07::13:

  5. suryana

    kalau dulu mah kaya konci inggris tuh kang, harus bisa segala bidang. tapi kenyataannya memang yang seperti konci pas itu yang professional ya. paham dan ulet dalam satu bidang. gimana kang dede saya mau pasang coment.luv di blog saya tapi gak tahu caranya, minta tutorialnya kang. makasih…..

    1. dedekusn Post author

      login ke Dasbor, Plugin, add new, dimenu search tulis CommentLuv kemudian klik Search Plugins, kalo udah ketemu klik Instal, activate, beres deh :08:

  6. dasir

    Si talenta itu hebat tapi kalau tak ada si profesi dia kesepian, yang bener talenta temennya multi apa saudaranya profesi?
    *onengdotinfo*

  7. Humberqu

    Salam Gowes
    Betul kang sehebat-hebatnya orang pasti punya kelemahan, saya lebih senang bekerja sama dengan seorang yang profesional untuk mengerjakan suatu pekerjaan kang, dibanding bekerja sama dengan orang multitalenta tapi tidak profesional
    Apalagi ada orang yang memiliki mutitalenta jayh lebih besar diri kang
    Salam Gowes Humberqu
    .-= Humberqu´s last blog ..Pengumuman Pemenang Humberqu =-.

  8. Ruang Hati

    multi talenta bagus, namun lebih bagus lagi semua bakat itu tadi kita expert, cuman susah kalau tidak yakin mending fokus beberapa yg jadi keunggulan kita saja

  9. Hariez

    saya pribadi seyogyanya masih belajar untuk bisa menuju ke salah satunya Kang…semoga saja bisa Insya Allah..

    sukses Kang De..

    selamat malam & selamat beristirahat

    -salam hangat-

        1. bri

          kakandaaaaaa…makasiih buat support jg restu nya..xixixi (kayak mu merryd ajah pake restu :10: )
          met beristirahat setelah aktifitas kakandaa..hooaam ^o^
          .-= bri´s last blog .._hoaaaam_ =-.

  10. lyna riyanto

    setuju sekali dengan pendapat pak dedekusn, jika tujuannya itu agar tidak terjadi sentralisasi tugas hanya kepada orang tertentu.

    Tapi bagi saya, seorang profesional berusahalah untuk bisa multi talent..

  11. Pingback: Best Of The Best Artist In The World | CiTrO uNiK

  12. Plesiran

    Setuju dengan judul itu.
    Profesional sebenarnya adalah kemampuan mengerjakan suatu pekerjaan dengan baik dan benar dalam waktu yang sudah ditentukan sesuai jabatannya. Misalnya : seorang prajurit dengan pangkat Pratu harus dapat membongkar pasang senapan dalam 3 bagian utama dengan baik dan benar dalam waktu sekian menit. Sebaliknya, Pratu tidak boleh dikatakan tidak profesional jika dia ditugasi untuk membongkar-pasang pistol karena pistol bukanlah senjata organik seorang Pratu.

    So, profesional tak ada sangkut pautnya dengan talenta tetapi karena belajar dan berlatih sehingga mereka memperoleh kemampuan dan kemahiran.
    Sekedar urun rembug kang.

    Salam hangat dari Plesiran – blog tempat mempromosikan wisata daerah anda secara gratis dan bahkan pengirim artikelnya akan mendapatkan tali asih berupa sebuah buku yang menarik dan bermanfaat.

  13. ian abu hanzhalah

    bener-bener yang ahli itu biasanya dia menguasai satu bidang saja tapi dia ngerti luar dalam. saya suka ni yang kaya gini
    wah artikelnya simple tapi bobotnya bagus banget..
    eespect ni sm blognya mas dede ^^
    salam

  14. Budaya Indonesia

    Betul gan, professional bukan berarti serba bisa, justru kebanyakan orang yang serba bisa tidak fokus terhadap kerjaan, yang professional itu bisa menjaga kepercayaan kerjaan dan pekerjaannya dapat dipercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>