Bangsa Amuk Indonesia?

Desember 25th, 2013 by dedekusn | Posted under Motivasi, Pendidikan.

Karakter bangsaSejak kecil kita sudah diajarkan untuk bersikap santun, ramah, murah senyum, hormat, membantu sesama, dan sifat atau adat ketimuran lainnya. Disekolah, dirumah, bahkan dipengajian yang diikuti hampir ada ajaran seperti itu. Di sekolah, ajaran dan sikap sopan santun tidak hanya diajarkan pada mata pelajaran agama dan budi pekerti, tapi juga mata pelajaran lain seperti Pendidikan Kewarganegaraan dan pembiasaan.  Siapapun pasti bangga sebagai warga bangsa karena memiliki sikap sopan, santun, ramah, hormat, murah senyum, gemar membantu sesama, yang sudah menjadi karakter bangsa Indonesia yang konon sudah melekat sejak zaman nenek moyang.

Namun yang sering kita lihat sekarang, sepertinya sebagian masyarakat kita sudah mulai lupa dengan jati dirinya, sudah lupa dengan yang diajarkan oleh orang tua atau gurunya, sudah mulai menanggalkan karakter bangsanya, lupa dengan adat ketimuran yang selalu disandangnya. Masyarakat kita sudah mulai beringas dan anarkis. Anarkis seolah sudah mulai jadi tradisi, melakukan perusakan tanpa nalar seperti kebiasaan. Cara yang dilakukannyapun sudah sangat parah, sedemikian parahnya karena cara-cara itu sebelumnya tidak dikenal, bukan hanya oleh bangsa Indonesia tapi juga oleh bangsa lain sebelumnya.

Begitu hebatnya dampak perusakan-perusakan yang ditimbulkan, hingga kekerasan-kekerasan itu sering disebut ‘amuk’ (kata dasar dari mengamuk). Begitu hebatnya dampak yang ditimbulkan, hingga kata amuk menjadi populer. Amuk yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kerusuhan yang melibatkan banyak orang. Mengamuk berarti menyerang secara membabi buta karena sangat marah, sudah terbiasa kita dengar. Bahkan saking populernya, kata amuk sudah menjadi kosa kata baru dalam Bahasa Inggris. Konon kata amok dan amuck dalam Bahasa Inggris merupakan serapan dari kata amuk dalam Bahasa Indonesia. Hebat, kita sudah menyumbangkan kosakata baru kedalam Bahasa Inggris. Tapi jika ini benar, masihkah layak kita disebut sebagai bangsa beradab yang terkenal dengan kesantunannya, masih layakkah Indonesia disebut sebagai bangsa yang murah senyum dan ramah?

Pastinya banyak faktor. Namun jika dibiarkan tanpa upaya memperbaiki, berubahnya karakter seseorang, berubahnya karakter bangsa kearah negatif, dipastikan terus terjadi.

Share Button

Tags: , , , , , , , , ,

Comments

55 Responses to “Bangsa Amuk Indonesia?”
  1. kang haris mengatakan:

    menyedihkan
    harusnya aparat tegas dan masyarakat gak mudah terprovokasi
    mari kembali ke jati diri bangsa ini

    🙂

  2. dobleh yang malang mengatakan:

    sangat sedih pastinya y om

  3. Hyu mengatakan:

    sangat sedih om saya lihat semua itu .. mmulai dari hal sepele.. antri tiket sampai bagi – bagi proyek.. semua pakai jurus amuk kalau gak terima mana yang lebih dulu, mana yang lebih pantas..

    semoga da sosok pemimpin yang bisa mengajak semua warganya untuk mengembalikan Indonesia yang ramah, sopan dan berbudaya

  4. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, nanda Dedekusn…

    Benar, sangat sedih dan pedih apabila segala pelajaran dan pengajaran yang diajar sejak kecil di rumah mahupun si sekolah tidak berjaya diaplikasikan dalam kehidupan seharian sedangkan kita bangsa yang selalu dianggap mempunyai nilai ketimuran yang inggi dari aspek tingkah laku, sopan santun dan berbudi bahasa.

    Semoga akan berlaku satu reformasi pendidikan yang dapat mengangkat bangsa untuk kembali kepada keluhuran budi dan menjadi hebat dalam ilmu pengetahuan untuk menjadikan negara kita dihormati di persada dunia.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 😀

  5. purnomo Jr mengatakan:

    Memang amat di sayangkan…
    soal masalah sepele… Sering buat nyawa melayang

  6. Kisah Foto mengatakan:

    Dikit2 anarkis… tawuran, kerusuhan, haduh…. lama2 ilang identitas bangsa indonesia yang ramah jadi bangsa yang militan dan brutal 🙁

  7. TW mengatakan:

    Semoga kedepannya bangsa kita jadi lebih baik lagi…
    mungkin yang hilang saat ini adalah rasa empaty terhadap sesama dan lebih mengedepankan perbedaan 🙁

  8. kakaakin mengatakan:

    Mengherankan sekali, karena di banyak wilayah sering kali terdengar kerusuhan. Sepertinya sulit sekali menahan emosi 🙁

  9. the oom mengatakan:

    emang sepertinya bangsa ini sudah kehilangan jatidirinya oom.. seperti halnya jeng tuti yang sudah kehilangan sempaknya #lhoo

  10. narno mengatakan:

    salah satu sebabnya tontanan dijadikan tuntunan sebaliknya tuntunan dijadikan tontonan padahal tontonan yang ada kalau kita tengok TV kebanyakan justru tak layak jadi tuntunan

  11. aprie mengatakan:

    masak sih bahasa Indonesia diadaptasi ke bahasa Inggris?… 🙂

  12. ditter mengatakan:

    Sepertinya karakter bangsa bisa berubah, ya….

  13. D Sukmana Adi mengatakan:

    bangsa yang mudah terprovokasi :))

  14. purnomo Jr mengatakan:

    Mudah mudahan di tahun baru…ada perubahan kearah yg lebih baik

  15. farizalfa mengatakan:

    semoga kedepan nya karakter bangsa ini semakin membaik dan tidak seperti ini lagi. 🙂

  16. catatan kecilku mengatakan:

    Rasanya kata2 “amuk masa” makin hari makin sering aku dengar beritanya…
    memang menyedihkan sekali.

  17. Bang Oi mengatakan:

    Semakin luntur budaya asli negara ini om.

  18. ilyas afsoh mengatakan:

    tugas kita menyampaikan kebaikan Pak
    😀

    semoga 2014 Indonesia lebih baik lagi

  19. tempat wisata di bali mengatakan:

    memang budaya negara yang terkenal semakin hari semakin punah, seyogyanya kita sebagai masyarakat dan pemerintah peduli tentang hal ini, jadikan negeri ini sebagai negri yang indah damai dan sejahtra.. saling menghargai

  20. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan:

    Termasuk salah satu cara mengubah karakter adalah media mestinya memberitakan yang baik atau positif secara terus-menerus. Bukan korupsi, kekerasan, dst. Ini memang fakta, silakan diberitakan. Tapi yang baik juga banyak tentunya. Ini perlu diberitakan. Bahkan lebih gencar dan terus-menerus.

  21. keke naima mengatakan:

    iya, sedih tiap kali lihat berita yang mendominasi selalu berita ribut. Saya berharap ini hanya ulah media saja yang lebih suka mengekspose berita ribut. Semoga kenyataannya masih banyak yg cinta damai

  22. ysalma mengatakan:

    membuat risau para ibu yang masih punya anak-anak, mereka lebih cepat meniru, kalo yang disaksikan, di dengar orang ngamuk mulu, mereka menyimpulkan sendiri, duh, nasehat orangtua seperti angin aja.

  23. tempat wisata di bali mengatakan:

    betul-betul memprihatinkan.. hal ini dapat mengurangi nilai keindahan-keindahan negri ini

  24. ikan hias mengatakan:

    sungguh sangat memprihatinkan bangsa kita ini kang dede, mudah-mudahan kedepannya bangsa kita bisa kembali lagi kepada jati diri bangsanya yang dulu yaitu sebagai bangsa yang memiliki sikap sopan, santun, ramah, hormat, murah senyum, gemar membantu sesama.

  25. hotel di lembang mengatakan:

    Benaaaarrr sekali semoga Indonesia mnjadi negara yangsantun dan maju… terimakasih artikel nya gan sangat bermanfaat sekali……….di tunggu artikel selanjut nya.. salam semangaatttttt……..

Do you have any comments on Bangsa Amuk Indonesia? ?