Konsep kembali ke masa lalu? Konsep manusia untuk kembali ke masa lalu dan berkunjung ke masa depan sesuatu yang mustahil, pemikiran tersebut belum dapat diilmiahkan dan fiktif belaka.

Tulisan ini tidak untuk mengilmiahkan mesin waktu atau meyakinkan konsep kembali kemasa lalu atau sebaliknya, hanya memberi gambaran sesuatu yang dianggap mustahil.

Dulu,  – ketika pesawat terbang masih khayalan, ketika mobil masih dinegeri impian – untuk menempuh Jakarta – Surabaya bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu, sekarang hanya beberapa menit. Dulu, Jakarta – Madinah ditempuh ± 4 bulan perjalanan, sekarang ± 4 jam. Sungguh penghematan waktu yang luar biasa.

Perkembangan IPTEK tak dapat dibendung. Dulu, Jakarta – Madinah ditempuh ± 4 bulan, sekarang hanya ± 4 jam, nanti bisa saja hanya ± 4 menit, kedepannya lagi mungkin hanya memerlukan waktu 4 detik, atau 1 detik, 0 detik, atau – saking cepatnya pesawat, kecepatannya adalah minus atau negatif (-) . “Jakarta – Madinah ditempuh dalam waktu minus (-) 4 menit” misalnya. Kalau kecepatannya negatif berarti kembali kemasa lalu?

Incoming search terms for the article:

Postingan yang berhubungan

  • Peace with Piss (1)
  • Piss Home Work
  • dedekusn adalah…
  • Piss Bubuka & Prakata
  • Thank U Google
  • Komentar Dianggap S-P-A-M
  • Penabrak sepedaku adalah …
  • Nikmatnya Persahabatan dengan Blogging & Blogwalking