Sip, Akta IV tak laku lagi

Desember 21st, 2013 by dedekusn | Posted under Pendidikan.

Belajar & Ujian NasionalSelama ini untuk menjadi guru diwajibkan memiliki Akta IV atau akta mengajar. Akta IV diberikan kepada lulusan S-1 fakultas keguruan bersamaan dengan pemberian ijazah sarjana. Lulusan non keguruanpun bisa mengajar asal memiliki Akta IV. Ijazah akta IV bisa diperoleh lulusan non keguruan dengan mengikuti kuliah tambahan kurang lebih satu tahun.

Kebijakan tersebut membuat banyak lulusan non keguruan yang beralih jadi guru. Makanya jangan heran bila ada guru bertitel SH, SE, SIP, ST, dll. yang hampir dipastikan mereka awalnya tidak berminat jadi guru. Hal ini menjadikan guru seolah profesi pelampiasan. Tanpa bermaksud merendahkan, bagaimanapun tambahan kuliah satu tahun hasilnya tidak akan seoptimal kuliah empat tahun. Belum lagi beberapa perguruan tinggi swasta yang dengan mudahnya memberi akta IV hanya dengan mengadakan perkuliahan beberapa kali saja. Salah seorang teman kerja saya bahkan mengaku hanya mengikuti dua kali perkuliahan, langsung diberi akta mengajar. Hadeuuh…. Inilah salah satu faktor guru kurang berkualitas, salah satu faktor ketidakprofesionalan guru.

Karenanya, saya menyambut positif dan sangat setuju dengan ‘penegasan’ kebijakan Kemendikbud tentang sudah tidak berlakunya Akta IV atau akta mengajar. Disebut penegasan karena seharusnya kebijakan ini berlaku sejak diterbitkannya undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Ini berarti nantinya yang boleh melamar jadi guru PNS hanya lulusan fakultas keguruan. Lulusan fakultas keguruanpun untuk mendapatkan sertifikat profesi harus mengikuti pendidikan tambahan berupa Pendidikan Profesi Guru. Semoga kualitas pendidikan kita bisa lebih baik.

Salam!

Share Button

Tags: , , , , , , ,

Comments

50 Responses to “Sip, Akta IV tak laku lagi”
  1. farizalfa mengatakan:

    Katanya masih bisa, tapi namanya bukan akta IV lagi.. saya lupa juga namanya. tapi, saya berharap emang yang jadi guru itu adalah yang bener-bener niat jadi guru deh. :thumbup

    • dedekusn mengatakan:

      Dari informasi yang didapat minggu ini, kedapan sudah tidak berlaku lagi. Kemendikbud mengadakan program profesi guru (PPG) serta pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) untuk guru dalam jabatan. Bahkan kedepan sedang merintis sejumlah skema untuk menerbitkan sertifikat profesi guru itu. Diantaranya adalah dengan tambahan masa studi setelah kuliah FKIP.

  2. Ragil Duta mengatakan:

    semoga peraturannya bisa dijalankan dengan tegas ya. Supaya para pengajar makin profesional dan anak didiknya pun makin hebat. Amin.

  3. Yos Beda mengatakan:

    berarti yang mendadak pengen jadi guru pada puspus harapanya ya mas, hehehe

    • dedekusn mengatakan:

      Betul Yos, Idealnya yang jadi guru itu ya harus lulusan fakultas keguruan. Sama halnya dengan dokter, pasti lulusan fakultas kedokteran, tidak mungkin lulusan lain. 🙂

  4. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    saya pikir sangat banyak orang yang memiliki ilmu tinggi tentang suatu bidang tertentu tanpa harus mengikuti pendidikan menjadi guru … Namun tidak semua orang memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mentransfer ilmu yang tinggi itu kepada anak didik, serta mempersiapkan anak didik untuk memiliki kwalitas yang sesuai untuk menyongsong masa depan – seperti yang dimiliki oleh guru yang asli.

  5. Hyu mengatakan:

    begitu banyak yang pengen jadi guru.. tapi gak semua serius… malahan sekarang banyak perguruan tinggi yang buka jurusan kependidikan dan sangat booming… dan stelah lulus pada berbondong bondong berwiyata bakti.. kalau lama gak diangkat demoo.. hehe

  6. arip mengatakan:

    Kalau si bapa mah dulu lulusan IKIP tapi pernah kerjanya malah di puskesmas.
    Ah berarti saya ga bisa jadi guru euy, tapi jadi dosen mah masih bisa kan kang. 😀

  7. ikerenki mengatakan:

    Kualitas siswanya selain ditentukan sendiri dipengaruhi oleh guru, bukan begitu?

  8. kang haris mengatakan:

    Jadi inget beberapa teman saya alumni FE ambil akta IV karena ingin menjadi guru. Padahal sudah jelas jika ingin jadi guru kenapa nggak masuk FKIP aja ya, tapi ternyata banyak yang memilih menjadi guru karena susahnya mendapatkan pekerjaan. Nah kalau sudah gini akhirnya menjadi wajar jika kualitas guru lama2 menurun.

    Semoga upaya pemerintah ini berdampak positif. Sehingga lulusan FKIP bisa terserap dengan baik dan semoga mereka mampu menunjukkan kualitasnya.

    Salah sat adik saya lulusan FKIP dan kini jadi guru Matematika di salah satu SMK di Cibinong kang 🙂

    • dedekusn mengatakan:

      Sip, kita semua berharap kualitas pendidikan, kualitas guru semakin baik.

      Bagi saya guru adalah profesi yang menyenangkan, membanggakan. Adiknya Kang Haris pastinya merasakan hal serupa 🙂

  9. munir ardi mengatakan:

    Bahkan katanya semua yang mau jadi CPNS guru harus punya sertifikat profesional dulu bang mulai tahun 2015

  10. Ranii Saputra mengatakan:

    Ohh, pantesan ya ada guru yg kaya asal2n ngajarnya [di sd ade sepupu saya].. bisa jadi alasannya karena itu yaaa.. duuh, di sayangkan banget –“

  11. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, nanda Dedekusn….

    Bunda setuju bahawa bidang keguruan bukan sebarang bidang yang boleh diajar oleh sesiapa sahaja kecuali mereka yang mempunyai kelayakan. Jika pemberian sertifikat diberi dengan mudah hanya menjalani kuliah satu tahun, tidak memadai mendapat banyak ilmu keguruan yang sangat praktis sedangkan menjadi guru haruslah mereka yang benar2 berminat jadi guru.

    Guru berkualitas akan menghasilkan pelajar yang juga berkualitas. Pihak pemerinah seharusnya tidak mengambil mudah tentang pendidikan anak bangsa yang bakal meneraju negara di masa depan.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 😀

  12. D Sukmana Adi mengatakan:

    dihapus karena nanti kebanyakan porsi guru, kasihan yang FKIP ntar gak kebagian ngajar. apalagi sekarang kasian negara, karena pada ngejar sertifikasi 😀

  13. Hanif Mahaldi mengatakan:

    kalau ada sertifikat profesi berarti seperti lulusan apoteker itu ya? makin lama lulusnya dong. hehe, tapi demi kemajuan bangsa, kenapa tidak 😀 semoga univ keguruan di Indonesia siap dengan kebijakan baru ini.

  14. kakiblog mengatakan:

    guru adalah satu karier yang penting dalam mendidik anak bangsa..

  15. annisarah mengatakan:

    Karier sebagai guru/dosen adlh karier yang krusial untuk pembangunan generasi negeri ini, butuh effort yang bener-bener niat sejak awal. Semoga dengan adanya kebijakan itu nggak ada lagi guru yang ‘salah kamar’, yang ada adalah guru berkualitas yang sesuai dengan kapabilitasnya, Semoga.

  16. duniaely mengatakan:

    memang beda ya mas, yg dr FKIP dan dari jurusan lainya , aku dulu jg dr FKIP mas 🙂

  17. Kisah Foto mengatakan:

    Jadi lulusan yang non keguruan jika pengen jadi guru harus menempuh pendidikan profrsi guru lebih dulu ya?

    Salam kenal 🙂

  18. narno mengatakan:

    hasil di MK yang berhak menjadi guru bukan hanya dari FKIP, fakta di lapangan yang dari non FKIP pun mampu bersaing untuk mencerdaskan anak bangsa, di tempat kami sebagian besar dari non FKIP, bahkan untuk ilmu-ilmu keagamaan nyaris tidak menerima dari FKIP, kebanyakan dari timur tengah

    • dedekusn mengatakan:

      Iya pak, info yang sy dapat terakhir juga seerti itu. Mulai tahun 2016 yang jadi guru boleh dari non fakultas keguruan, setelah mengikuti PPG selama setahun terlebih dulu. Terima kasih koreksinya.

  19. wi3nd mengatakan:

    masih ada sampai sekarang akta 4 dengan sembunyi sembunyi

    tidak disalahkan juga yang mengambil akta karna nyatanya bisa juga mengajar dg baik,semua berpulang ke pribadinya untuk menjadi pengajar yang benar dan berkualitas,bahkan lulusan yang keguruan pun ada yang tida bisa mengajar dengan benar..

    jika dilihat ada keuntungan dari mreka yang bukan dari fak kejuruan,ilmu mreka bisa dijadikan literatur ….

    smua berpulang kepada pribadinya masing masing untuk menjadi pengajar yang berkualitas itu opini saya 🙂

  20. budaya indonesia mengatakan:

    terus bagaimana yang sudah terlanjur menjadi guru yang bukan dari keguruan yang sudah memilki akta IV apakah tetap diakui proffesinya sebagai guru atau dikembalikan ke intasnsi yang linier? terima kasih informasinya.

  21. hotelsdilembang mengatakan:

    demi terselenggaranya pendidikan yang baik di indonesia saya sangat setuju dengan kebijakan Kemendikbud tentang sudah tidak berlakunya Akta IV atau akta mengajar….. terimakasih gan salam kenal

  22. ikan hias mengatakan:

    assalamu`alaikum… wr.wb
    kang dede saya sangat setuju apa yang di programkan pemerintah, mudah-mudahan kedepannya guru itu bukan hanya profesi pelampiasan saja, karena ini sangat penting akan kemajuan bangsa kita di masa depan .

  23. Hotel di Bogor mengatakan:

    betu sekali apa yang diulas dalam artikel ini, karena seyogyanya menjadi seorang guru / pengajar itu harus betul siap dan berkualitas, agar anak didik yang ajarinya mendapatkan hak mereka yaitu mendapatkan pengajaran yang baik dan berkualitas

  24. rickorockers mengatakan:

    masalahnya sekarang diberlakukan aturan PPG selama 1 tahun. sertifikat inilah yg selanjutnya menggantikan fungsi Akta 4. jelas mereka yg telah lulus dgn akta 4 merasa dirugikan karena setelah tamat harus ikut pelatihan lagi. kalau sampai lulusan non keguruan pun boleh iut PPG ini (saya tdk tau) akhirnya sama saja, malah ada kesan PPG cuma “proyek” bikinan pemerintah.

  25. nizom mengatakan:

    Bagi saya yg penting si guru bisa menjiwai pekerjaannya sebgi guru. Mau berasal dari FKIP atau Non FKIP tidak begitu problem. Sebab di lapangan kenyataannya yg FKIP bisa kalah hebat dalam mengajar dari yg Non FKIP. Kalau memang akan ada kebijakan guru harus bersertifikat, tidak ada salahnya itu juga diikuti oleh guru “yg terlanjur” menjadi guru sekian lama meski dia bukan dari FKIP (mengingat pengalamannya)

    • adis mengatakan:

      saya setuju dengan pernyataan bang nizom ne. Lulus dri FKIP bukan indikator seseorang itu pasti punya kualitas mengajar yang tinggi ato lbh baik dri lulusan non FKIP. Ilmu mnjadi pendidik yg baik tdk hanya ada di bangku FKIP. dan untuk pernyataan bang dedekusn “profesi guru jadi pelampiasan trakhir bagi teman2 yg lulus bkan dri FKIP”. apa bang dedekusn bisa memastikan semua lulusan non FKIP dn ingin mnjadi pngajar punya maksud sperti yg abang katakan. Masih ada kok teman2 lulusan non FKIP ingin mengajar dengan alasan yg lebih baik dari sekedar pelampiasan.

      Selanjutnya, untuk masalah kualitas pendidik yg ada di masyarakat saat ini bukan hanya tergantung dari mudahnya mendapatkan sertifikat mengajar kok. Saat seseorang punya sertifikat mengajar tetapi blum memiliki kemampuan mengajar yg cukup, pastinya beliau akan terdegradasi sendirinya dngn tman2 lain yg punya kemampuan lebih, jika pun tidak, bilau tetap mengajar dn meningkatkan kemampuannya dngn evaluasi2.

Do you have any comments on Sip, Akta IV tak laku lagi ?