Saturday, September 11, 2010

Sistem Pendidikan Nasional Gagal?

Sistem Pendidikan Nasional Gagal? Lagi-lagi saya membuat judul tulisan sebuah pertanyaan. Pertanyan yang muncul setelah membaca sebuah artikel yang ditulis salah seorang dosen ITB Eva Muchtar pada sebuah majalah edisi bulan Mei 2010, beliau menuturkan “pendidikan nasional saat ini telah gagal memproses generasi bangsa ini menjadi generasi cerdas dan mandiri” hal ini disebabkan karena sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah sekular materialistik”, akibatnya ‘bangsa ini memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah”, hal ini terlihat dari data mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia (ITB), diperoleh gambaran sebagai berikut:

  1. Tingkat Kecerdasan (IQ>110) = 79%
  2. Kemandirian (13%)
  3. Usaha (67%)
  4. Percaya diri (11%)
  5. Kepekaan (19%)
  6. Kepemimpinan (4%

Berdasar data tersebut, jelas bahwa mereka memiliki IQ tinggi, namun tidak mandiri, tidak percaya diri, bahkan tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Potret generasi seperti ini tidak akan mampu menyelesaikan persoalan orang lain, apalagi persoalan negara, mereka hanya memikirkan dirinya. Jadi, wajar jika lulusan pendidikan di negeri ini hanya diposisikan sebagai buruh, bukan sebagai pencipta lapangan kerja. Ini artinya Indonesia hanya berpredikat sebagai pengekor bukan sebagai leader.

Kalau sistem pendidikan nasional telah gagal, berarti sistem pendidikan di Indonesia perlu diperbaiki? atau diganti? ***

Incoming search terms for the article:

Postingan lain

  • Selamat Idul Fitri 1431 H
  • 1000 nol, tak berarti
  • Piss Bubuka & Prakata
  • Ujian Nasional berkonotasi negatif?
  • Kiat menjadi top 10 di Google dengan Wordpress & T-Shirt bintang satu Blogcamp
  • Pentingnya Pendidikan Inklusif
  • Apa tujuan pembuat freeware?
  • Pentingnya karakter positif pendidikan
  • Top Komen April, Thanks!
  • Desain Web Menggunakan HTML dan CSS

 

Share |

 



164 Comments

  1. Comments  delia   |  Tuesday, 01 June 2010 at 12:18 am

    Setuju mas…
    aq suka sistem pendidikan zaman ku SD…
    gak pas SMU kemarin… gara2 ngejar kelulusan…
    guru dan murid saling membantu dlm ujian (ketergantungan )
    terus….ahhhhhhhhh

    apa yang salah dengan pendidikan kita:15::15::15:

    [Reply]

    jurug Reply:

    yang salah guru nya tuh….

    klo dia bener2 guru pastinya dia mempersiapkan kelulusan muridnya dengan profesional… tapi barangkali Gurunya Lulus juga karena cuma ngejar ijazah doang. sehingga jadi guru-guruan :16:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Lebih bijak kalau kita ga bisa menyalahkan salah satu pihak….

    [Reply]

    ralarash Reply:

    Setuju mba..
    skrng tuh ada istilah yang namanya “Tim Suses Sekolah”
    Apa-apaan??????

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Tim sukses sekolah…. kaya pilkada aja ya? hehe…
    Semua komponen sekolah harusnya menjadi tim sukses sekolah lho… tim sukses utk mencerdaskan bangsa… :16:

    [Reply]

  2. Comments  Coba Diklik   |  Tuesday, 01 June 2010 at 12:30 am

    Sebenarnya saya nggak setuju mas, tetapi SANGAT SETUJA :12::12::10::12::18:

    [Reply]

  3. Comments  Coba Diklik   |  Tuesday, 01 June 2010 at 12:32 am

    Kalawo gagal, apa nggak sebaiknya di REMIDI mas?:16:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    heuheu… bener mas… diremidi aja haha :16:

    [Reply]

  4. Comments  Mamah Aline   |  Tuesday, 01 June 2010 at 1:28 am

    jadi inget dulu waktu SD sampai PT sistem pendidikan kita gak separah dan serumit ini ya kang dede

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    betul mah…

    [Reply]

  5. Comments  si Paijah   |  Tuesday, 01 June 2010 at 2:21 am

    potret kegagalan PT mencetak sarjana saat ini berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, saat ini lulusan sarjana tak ubahnya penambah antrian di berbagai pameran bursa-bursa pekerjaan,..deugh…

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Prihatin…..

    [Reply]

  6. Comments  red   |  Tuesday, 01 June 2010 at 3:44 am

    sistem kita mencetak robot. hanya pandai menghapal data dan fakta tapi lemah dalam analisis. Itu sebabnya ketika lulusan kita melanjutkan ke luar negeri, kita kedodoran dalam logika analisa dan problem solving. juga dalam self confidence ketika harus memimpin team work atau ketika harus mempresentasikan proyeknya. ini lobang besar yah mas.. harus dipikirkan bersama antara pemangku kepentingan.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Robot yg lemah & ga laku ya Bang? :16:

    [Reply]

  7. Comments  munir ardi   |  Tuesday, 01 June 2010 at 5:34 am

    tamparan buat saya nih sebagai seorang guru, pissssss

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Kita seprofesi Pak.. :01:

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Sebagai rekan seprofesi, saya juga miris kang..

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Iya bang… semoga kedepannya bisa menghasilkan lulusan terbaiknya

  8. Comments  sedjatee   |  Tuesday, 01 June 2010 at 7:20 am

    woww… segitu ironisnya Kang Dede?
    lantas apakah yang dikerjakan para pemikir pendidikan indonesia?
    semoga ke depan bisa lebih baik
    sehingga generasi kita semakin berkualitas..
    salam sukses..

    sedj

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Amin… kehidupan lebih baik, pendidikan Indonesia lebih baik… harapan semua.. Semoga.
    Salam sukses juga mas Sedjatee

    [Reply]

  9. Comments  harto   |  Tuesday, 01 June 2010 at 10:17 am

    iya niiih jadi bagaimana niih bangsa kita, semoga dikemudian hari bangsa kita bukan lagi menjadi bangsa yang pengekor….. hhhhhhaaaaa jadi sedih niiih.:02:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    heuheu… mudah2an bisa jad kepala ya? :01:

    [Reply]

  10. Comments  jumialely   |  Tuesday, 01 June 2010 at 10:50 am

    Bukan 100% sebenarnya kesalahan sistem, tapi ada juga faktor keluarga, berbeda dengan jaman dahulu, keluarga begitu gencar mendukung anak belajar , tetapi sekarang anak sepenuhnya diserahkan kepada guru atau guru private, pengaruh teknologi yang tidak mampu menggunakannya dengan bijak mengakibatkan menurunnya usaha untuk meningkatkan skill dan kemampuan, terutama kepemimpinan diri, Dalam era teknologi yang berkembang, guru juga kurang meningkatkan wawasan, sehingga benyak ketertinggalan.

    dan memang sistem pendidikan dengan kurikulum yang berubah-ubah sehingga semua hanya sebagai bahan uji.

    Miris sekali saya memandang kondisi ini sebagai seorang GURU juga

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    bisa juga… tera kasih masukannya Mba Jumialely,

    [Reply]

  11. Comments  aming   |  Tuesday, 01 June 2010 at 11:45 am

    Wah pak, kalau sistem pendidikan nasional kita gagal,
    kasihan masa depan anak cucu kita dung..

    lalu apa peran kita sebagai orang tua untuk memotivasi jika sistem pendidikan nasional kita terbilang gagal??

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi Bang… kita berdo’a saja :01:

    [Reply]

  12. Comments  hafid wahyudi   |  Tuesday, 01 June 2010 at 12:33 pm

    :04: kang dede ada fans baru nih tuh liat di fitrimelinda piss hihih :20::22:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    yg bener?…. masa? :20::22: *ge-eR mode On*

    [Reply]

  13. Comments  TUKANG CoLoNG   |  Tuesday, 01 June 2010 at 12:58 pm

    Diperbaiki, diperbaharui, dimodernisasi kali ya..?:22:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Iya… kaleee :22:

    [Reply]

  14. Comments  nikon coolpix camera   |  Tuesday, 01 June 2010 at 1:49 pm

    hehehe….IQ saya 132 trus lulus di UNPAD…tapi saya milih gk kuliah….

    hehehe….

    pengen ngebuktiin ma orang”….

    klo gk kuliah juga bisa sukses…..

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Udah terbukti belom? :16:

    [Reply]

  15. Comments  Fikar   |  Tuesday, 01 June 2010 at 2:57 pm

    Bagusnya diganti sama sistem pendidikan yang kayak gimana? Ada ide ga? :22:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    :22: yg pasti yg lebih baik… :18:

    [Reply]

  16. Comments  M Mursyid PW   |  Tuesday, 01 June 2010 at 7:08 pm

    Nampaknya memang benar demikian, ya?

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Sepertinya betu Pak guru…

    [Reply]

  17. Comments  tfd   |  Tuesday, 01 June 2010 at 8:19 pm

    bener banget, itu bermula dari gamangnya pemerintah ini terhadap arah pembangunan bangsa ini…

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Mudah2an kedepannya ga gamang lagi ya..

    [Reply]

  18. Comments  Ari   |  Tuesday, 01 June 2010 at 10:00 pm

    gagal sekarang tidak masalah, yang penting berhasil di kemudian hari… dan menjadi lebih baik…

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Harapan kita demikian, bisa lebih baik…

    [Reply]

  19. Comments  HALAMAN PUTIH   |  Tuesday, 01 June 2010 at 10:11 pm

    Lha sebenarnya sistem pendidikan nasional kita ini mengacu pada negara mana sih?
    Dulu kok rasanya beres2 aja dan hasilnya juga banyak yang bagus…
    Tapi sekarang??? Cuma mengejar kelulusan doang…

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Mengacu paa negara antah berantah kalee… :02:
    Sukses SOb! :01:

    [Reply]

  20. Comments  sukasukaku   |  Tuesday, 01 June 2010 at 10:38 pm

    wah blognya bagus sekali, banyak dapat pencerahan salam kenal di kunjungan pertama ini, semoga bisa menjadi sahabatnya walau hanya di blog, salam

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Thanks … pujian yg berlebihan…
    alam kenal juga… Pastinya bisa. Salam juga Non!

    [Reply]

  21. Comments  pagi2   |  Wednesday, 02 June 2010 at 7:46 am

    kunjungan pagi om..

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Mangga Ommm…

    [Reply]

  22. Comments  agoenk70   |  Wednesday, 02 June 2010 at 9:07 am

    Mungkin ini lah perubahan dalam dunia pendidikan kita, ironis sekali yahhh

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Perubahan yg merugikan….

    [Reply]

  23. Comments  adinata   |  Wednesday, 02 June 2010 at 4:51 pm

    kalau gagal, apa bisa diperbaiki? bagaimana caranya ?? dan bagaimana kalau gagal lagi ya ??? kasian kasian kasian

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Optimis saja… semoga kedepannya bisa lebih baik…

    [Reply]

  24. Comments  elmoudy   |  Wednesday, 02 June 2010 at 5:42 pm

    setujuuu… sistem pendidikan nasional kita gagal.
    tak jelas arahnya dan visi yang dangkal…
    akhirnya kebijakannya amburadul

    [Reply]

    M Mursyid PW Reply:

    Berkunjung lagi tuk menyapa saudaraku di seberang sana.
    Selamat malam dan salam hangat selalu.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Selamat sore… & salam hangat juga pak

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    hm…. yap..

    [Reply]

  25. Comments  Nanang Abdullah   |  Wednesday, 02 June 2010 at 8:45 pm

    Sepertinya sa’at ini sekolah dan kuliah targetnya hanya ijazah untuk supaya bisa kerja atau ditempatkan diperusahaan dan instansi tertentu ya kang? tp gak semua. Ada sebagian orang mengatakan “ngapain sekolah tinggi2 ntar juga cari kerja susah” padahal kalau menurut saya orang awam, menimba ilmu tujuannya buka cuma untuk mendapat pekerjaan dan uang. Itu mungkin kang yang dibilang Sekuler dan Matrialis, tidak meniatkan menuntut ilmu untuk ibadah. Punten kang ah, abdimah jalmi teu nyakola.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul… bisa juga demikian kang..
    Nuhun komennya

    [Reply]

  26. Comments  fitrimelinda   |  Wednesday, 02 June 2010 at 10:03 pm

    makin lama makin menurun kualitas SDM nya.. :02::02:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    :( prihatin… Semoga tidak terulang & bisa terus meningkat..

    [Reply]

  27. Comments  Hariez   |  Thursday, 03 June 2010 at 12:50 am

    wilujeng sonten Kang :09: hapunteun nuju amengan deui

    [Reply]

    Hariez Reply:

    ditilik-tilik, ko tambah seeur nya Kang siswa anu gagal UAN ?:22:

    [Reply]

    Hariez Reply:

    mudah-mudahan aya perbaikan sistem di pendidikan mendatang…amien

    [Reply]

    Hariez Reply:

    salam hangat kanggo Kang de sakulawargi…

    dedekusn Reply:

    Salam sukses juga kanggo kang Riez sakulawargi… :01:

    kezedot Reply:

    yap benar
    kita berharap sedemikian
    salam dalam persahabatan

    dedekusn Reply:

    Salam persahabatan juga & Piss :01:

  28. Comments  sangsaka   |  Thursday, 03 June 2010 at 2:21 am

    duh kumaha atuh kang, kudu disakolakeun kamana atuh ieu murangkalih abdi :22:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    kamana nya?
    *balik nanya, lieur mode on*

    [Reply]

  29. Comments  sangsaka   |  Thursday, 03 June 2010 at 2:28 am

    ini yang komentar ada yang siswa ada juga yang guru… masing2 punya argumen :20:

    der kadinya sing rame ah :12:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    derrr… sok lah…

    [Reply]

  30. Comments  kang i@n   |  Thursday, 03 June 2010 at 5:13 am

    sigana kedah aya guru baru yeuh..urang daftar lah kekeke

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    mangga kang.. sok atuh dalaftar… heuehu..

    [Reply]

  31. Comments  BlogCamp   |  Thursday, 03 June 2010 at 10:25 am

    Yang perlu ditanyakan adalah Tujuan pendidikan. Apakah memang menyiapkan manusia yang siap pakai atau untuk pembekalan belaka yang harus diikuti pendidikan lanjutan.

    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul Pakde. Salam hangat juga.. maaf ga bisa ikut memeriahkan acaranya. Beberapa hari kemarin ada keperluan yg memaksa utk off…

    [Reply]

  32. Comments  Blog Keluarga   |  Thursday, 03 June 2010 at 11:08 am

    Saya banyak gak setujunya mas…. …. terlalu mindset bukan motorik.. itu sebenarnya intinya…….

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    hm…. bisa juga..

    [Reply]

  33. Comments  ralarash   |  Thursday, 03 June 2010 at 12:11 pm

    menurut aku sih..
    IQ dan well-informed-person bukanlah segalanya sekarang..
    tapi orang yang kreatif dan inovatif yang akan maju di dunia baru ini… :10:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul pisan….

    [Reply]

  34. Comments  didot   |  Thursday, 03 June 2010 at 3:42 pm

    ilmu tinggi memang bukan segalanya,tapi ahklak yg tinggi itulah sebenarnya yg dicari.

    orang tidak perduli seberapa banyak ilmu kita,tapi mereka perduli seberapa perduli kita terhadap orang lain :01:

    [Reply]

    sapta Reply:

    setuju…:12:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Benar Bang… :01:

    [Reply]

  35. Comments  sky   |  Thursday, 03 June 2010 at 4:02 pm

    :16::16::16:

    wow… mahasiswa ITB aja yg katanya salah satu univ terbaik di Indonesia sdh punya profil mahasiswa kyk gitu…apalgi di univ lain…

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    :16:

    [Reply]

  36. Comments  zulhaq   |  Thursday, 03 June 2010 at 4:59 pm

    kalo diganti sih gak juga. karena bagaimanpuan, setiap kekurangan ada kelebihan
    mending memperbaiki yang kurang kurang

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Siipp Zul… komennya OK :12:

    [Reply]

  37. Comments  sapta   |  Thursday, 03 June 2010 at 7:08 pm

    berharap aja.. semoga pendidikan indonesia tambah baik dan jauh dari segala macam sikap premanisme yg berkedok mahasiswa.. semoga pendidikan indonesia lebih maju lg.. amin.. :09:

    salam pisss dan semangattz:08:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Amin.. juga…

    [Reply]

  38. Comments  indra1082   |  Friday, 04 June 2010 at 2:15 pm

    pendidikan dasar dan menengah terlalu fokus kepada UN, mana bisa berkualitas… :04:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Iya … optimis saja.. smoga kedepannya smakin berkualitas…

    [Reply]

  39. Comments  lukisanmoses   |  Friday, 04 June 2010 at 8:17 pm

    Setuju, tapi bukan salah satu atau dua pihak saja. Lagi pula ukuran gagal berhasil kan bukan hanya standar evaluasi dari pemerintah.

    [Reply]

    citromduro Reply:

    gagal secara UNAS belum tentu pendidikan gagal kan kang
    tapi kalau itu sudah standart apa harus salah

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul gan…

    [Reply]

  40. Comments  citromduro   |  Saturday, 05 June 2010 at 3:55 pm

    wah betulkah sistem pendidikan yang gagal kang

    [Reply]

    citromduro Reply:

    selamat berakhir pekan kang
    salam dari pamekasan madura semoga shat dan bahagia bersama kelauarga tercinta

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Selmat juga Mas Citro… Mpisss :16:

    [Reply]

  41. Comments  sukasukaku   |  Sunday, 06 June 2010 at 9:33 am

    seharusnyalah sudah pendidikan di orintasikan bukan hanya jangka pendek semata melainkan membangun manusia seutuhnya, cerdas ilmu cerdas akal dan budi pekerti

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul, semoga saja bisa tercapai

    [Reply]

  42. Comments  sang newbie   |  Sunday, 06 June 2010 at 7:01 pm

    saya setuju dengan kalimat yang paling akhir….
    Kalau sistem pendidikan nasional telah gagal, berarti sistem pendidikan di Indonesia perlu diperbaiki? atau diganti? ***
    teringat teman saya waktu duluh..terpaksa ga bisa melanjutkan sekolahnya dikarenakan kurang biaya atau tidak ada biaya lagi ” menggaris bawai : sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah sekular materialistik ” hal ini benar-benar terjadi.

    salam hangat

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Salam hangat juga Andie… Pisss hehe

    [Reply]

    sang newbie Reply:

    kang dede teu aja..hahahaha
    pisssss juga dech

    [Reply]

  43. Comments  andipeace   |  Sunday, 06 June 2010 at 7:11 pm

    antara nilai IPK dan jiwwa leader….keduanya sangat penting…entah lebih berarti mana saya tidak tau yang jelas untuk berjalan seimbang antara keduanya, saya mersa susah…
    SBY memilih 3 orang pendobrak bangsa indonesia (maaf kang lupa namanya) salah 1 dari mereka berkata : IPK baik akan sedikit gampang mencari kerjaan…tapi jika jiwa leader akan mudah menuju kesuksesan..

    salam adem ayem kang

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Sippp .. betul Andi..

    [Reply]

  44. Comments  Rindu   |  Sunday, 06 June 2010 at 10:12 pm

    Kalau gagal, salah siapa? :02:

    [Reply]

    sang newbie Reply:

    :12: :12: :12:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Salah siapa ya?…
    (balik nanya… bingung…)

    [Reply]

  45. Comments  sedjatee   |  Monday, 07 June 2010 at 7:38 am

    ada yang kurang tepat..
    seolah-olah wajib belajar = wajib sekolah
    padahal belajar bisa dimana saja, kapan saja
    seperti perintah agama
    menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin
    bukan sekolah yhang wajib
    tapi menuntut ilmu
    ya kan Kang Dede?
    salam sukses..

    sedj

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul banget ms..
    SUkses juga untuk Mas Sedjatee

    [Reply]

  46. Comments  bri   |  Monday, 07 June 2010 at 8:35 am

    met pagii met aktifitas…apakabarr kang??
    hihihi tingkat percaya diri urutan nya k 4
    bri kira pertama :05:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Malam Bri… Sukses untukmu :05:

    [Reply]

  47. Comments  Abdul Aziz   |  Monday, 07 June 2010 at 12:49 pm

    Assalamu’alaikum,

    Sebenarnya tujuan pendidikan kita sudah baik seperti yang tertulis dalam Undang-undang, tapi dalam menuangkan tujuan itu banyak yang menyimpang dari arah tujuan itu. Kemauan politik para penyelenggara pemerintahan tampak tidak sepenuh hati dalam memajukan pendidikan ini. Setiap praktisi dan stakeholder pendidikan di negeri ini tahu betul bagaimana keadaan pendidikan kita yang sangat memprihatinkan ini. Untuk memperbaikinya sudah sangat sulit bisa berhasil dalam waktu beberapa tahun saja. Dan untuk itu perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, praktisi dan birokrasi pendidikan, itu pun akan memakan waktu yang cukup lama.

    Terima kasih Pak Dede, sebuah tulisan yang akan mengusik hati semua praktisi dan stakeholder pendidikan.
    Salam.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Wa’alaikumsalam…
    Amin, semoga saja demikian kang.

    [Reply]

  48. Comments  orange float   |  Monday, 07 June 2010 at 2:42 pm

    sepertinya sistemnya yang perlu diganti :22:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Apapun itu… kalau bisa membuat pendidikan lebih baik… harus dilakukan

    [Reply]

  49. Comments  bundadontworry   |  Monday, 07 June 2010 at 5:06 pm

    sebenarnya tdk seluruhnya kesalahan pd sistem.
    guru2 pun masih banyak yg tdk mau meningkatkan dirinya sendiri, dgn kemajuan teknologi yg ada.
    selain itu mungkin juga perlu disadari tujuan dr pendidikan itu sendiri,
    apakah utk mencetak generasi siap pakai atau hrs dilanjutkan lagi keahliannya pd bidang tertentu.
    Sebaiknya memang dipikirkan bersama2 dgn instansi terkait langsung dgn pendidikan kita.
    salam

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    setuju bunda…. ini tanggung jawab bersama..

    [Reply]

  50. Comments  prof. helga   |  Tuesday, 08 June 2010 at 4:36 pm

    wuih, mahasiswa ITB aja kek gitu apalagi yang laen nih
    perlu diperhitungkan masalah pendidikan di negara kita nih

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul Prof…

    [Reply]

  51. Comments  mvstova   |  Tuesday, 08 June 2010 at 9:36 pm

    jangan sampe sistem pendidikan jadi ajang percobaan buat generasi saat ini.. kasian liatnya. :01:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Jangan sampai…

    [Reply]

  52. Comments  AKHMAD SUDRAJAT   |  Wednesday, 09 June 2010 at 9:37 am

    Saya melihat akar permasalahan ini terjadi pada learning process yang kita kembangkan selama ini, dimana pembelajaran cenderung lebih bergaya behavioristik, kurang memberikan ruang kreatif bagi siswa.dan kurang membentuk jiwa enterpreneurship.
    Tentunya ini menjadi tantangan bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan

    Terima kasih atas infonya.

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    sawangsulna kang Adjat :09:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    hehe… nuhun kang, pangwalerkeun :18:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Sama-sama terima kasih komen + masukannya

    [Reply]

  53. Comments  catatan hakim   |  Wednesday, 09 June 2010 at 12:32 pm

    harus diperbaiki……………………….

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    siap pak Hakim :02:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Yap…
    eh…. sory ya sy jarang komen kalo pake disqus :02: :01:

    [Reply]

  54. Comments  Siti Fatimah Ahmad   |  Wednesday, 09 June 2010 at 12:42 pm

    Assalaamu’alaikum Dede

    Saya bersetuju dengan pendapat Akhmad Sudrajat. Jika gaya pembelajarannya bersifat teori behaviorisme, hal ini seperti hanya mengikuti sahaja tidak terkait dengan pengalaman. maka teori pembelajaran konstrutiivisme harus ditekankan kerana pelajar belajar melalui pengalaman yang punya kontekstual dengan pembelajarannya. Keadaan sistem pembelajaran yang lebih bersifat exam oriented juga memendekkan jarak untuk pelajar kita menjadi kreatif dalam pemikiran dan kepimpinan. semoga ada perubahan dalam sistem pendidikan pada masa akan datang. Info yang menarik. Salam mesra dari saya.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Wa’alaikumsalam Bunda Siti…
    Salam mesra juga dari Legokjawa Cimerak Ciamis Indonesia :)

    [Reply]

  55. Comments  antokoe   |  Wednesday, 09 June 2010 at 8:18 pm

    sekarang jamannya bukan mendidik menjadi penghafal yang ulung tapi menciptakan insan yang mempunyai analisis yang tinggi, tahu implementasi, berakhlak dan percaya diri.
    sebuah usaha yang lumayan berat……

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    dan barusan adalah komentar yang berat :21:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    benar juga

    [Reply]

  56. Comments  sapta   |  Wednesday, 09 June 2010 at 10:34 pm

    MERDEKAA!!!!!:08:

    kemana aja neh… ayo semangattzz… suksess aja yaa….. !!! :12:

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    lagi lalajo piala dunya :07:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Merdek juga & Piss…. biasa bang sibuk teu puguh…

    [Reply]

  57. Comments  sang newbie   |  Thursday, 10 June 2010 at 1:47 am

    solusinya adalah memperketat jara belajar mengajar…
    mengutamakan kualitas cara mengajar,sebagian besar siswa pastinya kurang begitu faham apa yang diajarkan pengajar (dalam segi penyampaian materi).pengajar selalu berusaha menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap siswanya (ini yang amat penting)
    ada tambahan lain…????

    salam sejahtera

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    harusnya guru menempatkan diri sebagai murid :22:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Salam sejahtera juga & Piss juga hehee

    [Reply]

  58. Comments  gaelby   |  Thursday, 10 June 2010 at 10:23 am

    Sepakat !… Penentu kebijakan dalam sistem pendidikan indonesia seperti kurikulum, silabus dll banyak membingungkan. Maka menghasilkan generasi bingung seperti sekarang.
    Salam sobat :)

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Salam juga SOb… :)

    [Reply]

  59. Comments  firdaus   |  Thursday, 10 June 2010 at 10:57 am

    walau sekolah saya gagal ( gak sampai lulus ) saya gak ingin mengulangi kegagalan dalam hidup saya… cita2nya seh pengen usaha mandiri…. semoga bisa :01:

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    turut mendoakan kang :01: semoga berhasil

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Insya Allah bisa… sy do’akan…

    [Reply]

  60. Comments  Usup Supriyadi   |  Friday, 11 June 2010 at 5:01 pm

    semoga kang dede sekeluarga selalu dalam lindungan Allah….

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    amiiiiiinnnn… :01:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Aminn juga nuhun do’anya kang…

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Alhamdulilah baik kang, kemarin2 emang sering off…

    [Reply]

  61. Comments  kang ian   |  Saturday, 12 June 2010 at 9:06 am

    kamana wae kang dede..kangen yeuh saya eh eh eh:16:

    [Reply]

    sangsaka Reply:

    nuju sibuk ku piala dunya kang :16:

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    :16: haha… hidup Argentina!

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    AYa kang…. maklum profesi oemar bakrie… diakhir semester banyak kerjaan :01:

    [Reply]

  62. Comments  Vulkanis   |  Sunday, 13 June 2010 at 6:13 pm

    Semoga lain kali dan yang akan datang gak gagal lagi

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Amin….

    [Reply]

  63. Comments  Vulkanis   |  Sunday, 13 June 2010 at 6:14 pm

    Kalo gagal entar kaya apa dong anak kita

    [Reply]

  64. Comments  Vulkanis   |  Sunday, 13 June 2010 at 6:15 pm

    Sepertinya gagal nggak cuma dalam penerapannya banyak kendala saja dan kurang sesuai dengan keadaan
    Wakkakkkakk
    Sok pakar nya kang dadang

    [Reply]

  65. Comments  Bang Iwan   |  Sunday, 20 June 2010 at 11:15 am

    PR yang berat bagi kita semua sebagai seorang Guru Kang…

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul….

    [Reply]

  66. Comments  Bang Iwan   |  Sunday, 20 June 2010 at 12:28 pm

    Kebijakan pendidikan nasional kita selama ini jauh dari kesan membumi. Akibatnya setiap kebijakan pendidikan nasional yang diambil Pemerintah selalu menimbulkan polemik dan kontroversi, dan bila dipaksakan, maka yang timbul hanyalah permasalahan baru.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Betul…

    [Reply]

  67. Comments  Bang Iwan   |  Sunday, 20 June 2010 at 12:30 pm

    “Ada 4 persoalan yang telah menjadikan sistem pendidikan nasional menjadi ruwet seperti sekarang ini, pertama, Penerapan Ujian Nasional; kedua, persoalan sertifikasi guru; ketiga,persoalan sekolah berstandar internasional; dan keempat, masalah undang-undang BHP.Kini sistem pendidikan kita begitu kompleks, tetapi tanpa makna,”

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Iya bang… Sipp..

    [Reply]

  68. Comments  Bang Iwan   |  Sunday, 20 June 2010 at 12:31 pm

    Secara pribadi saya tidak cukup berkompeten berbicara soal ujian nasional, karena saya hanya lah guru madrasah biasa. Namun sepanjang karir saya sebagai guru setidaknya sudah 8 tahun terakhir ini saya terlibat aktif dalam penyelenggaraan ujian nasional entah itu selaku panitia maupun pengawas umum, sehingga menurut saya pengalaman yang ada tersebut cukup memberikan gambaran akan ruwetnya prosesi ujian nasional tersebut. Beberapa rekan guru menyebutnya dilema moral, saya sendiri menyebutnya anomali sistem pendidikan.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Bener banget bang…. sangat diematis…. atw anomali menurut bahasa imia Bang Iwan mah :)

    [Reply]

  69. Comments  Bang Iwan   |  Sunday, 20 June 2010 at 12:33 pm

    Penerapan kebijakan ujian nasional, telah bermasalah sejak pertama kali ditetapkan. Namun, pemerintah seolah tutup mata dan jalan terus tanpa ada proses jeda, evaluasi, dan perbaikan.

    [Reply]

    dedekusn Reply:

    Tutup mataalias pura2 ga melihat….,

    [Reply]

  70. Comments  ch0c0   |  Friday, 02 July 2010 at 5:09 pm

    wah gak di duga2 hancur banget ya….

    [Reply]

Leave a Reply




:01: :02: :03: :04: :05: :06: :07: :08: :09: :10: :11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :18: :19: :20: :21: :22: