Sistem Pendidikan Nasional Gagal? Lagi-lagi saya membuat judul tulisan sebuah pertanyaan. Pertanyan yang muncul setelah membaca sebuah artikel yang ditulis salah seorang dosen ITB Eva Muchtar pada sebuah majalah edisi bulan Mei 2010, beliau menuturkan “pendidikan nasional saat ini telah gagal memproses generasi bangsa ini menjadi generasi cerdas dan mandiri” hal ini disebabkan karena sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah sekular materialistik”, akibatnya ‘bangsa ini memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah”, hal ini terlihat dari data mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia (ITB), diperoleh gambaran sebagai berikut:
- Tingkat Kecerdasan (IQ>110) = 79%
- Kemandirian (13%)
- Usaha (67%)
- Percaya diri (11%)
- Kepekaan (19%)
- Kepemimpinan (4%
Berdasar data tersebut, jelas bahwa mereka memiliki IQ tinggi, namun tidak mandiri, tidak percaya diri, bahkan tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Potret generasi seperti ini tidak akan mampu menyelesaikan persoalan orang lain, apalagi persoalan negara, mereka hanya memikirkan dirinya. Jadi, wajar jika lulusan pendidikan di negeri ini hanya diposisikan sebagai buruh, bukan sebagai pencipta lapangan kerja. Ini artinya Indonesia hanya berpredikat sebagai pengekor bukan sebagai leader.
Kalau sistem pendidikan nasional telah gagal, berarti sistem pendidikan di Indonesia perlu diperbaiki? atau diganti? ***
June 1st, 2010 on 12:18 am
Setuju mas…
aq suka sistem pendidikan zaman ku SD…
gak pas SMU kemarin… gara2 ngejar kelulusan…
guru dan murid saling membantu dlm ujian (ketergantungan )
terus….ahhhhhhhhh
apa yang salah dengan pendidikan kita:15::15::15:
June 1st, 2010 on 1:09 am
yang salah guru nya tuh….
klo dia bener2 guru pastinya dia mempersiapkan kelulusan muridnya dengan profesional… tapi barangkali Gurunya Lulus juga karena cuma ngejar ijazah doang. sehingga jadi guru-guruan :16:
June 13th, 2010 on 3:13 pm
Lebih bijak kalau kita ga bisa menyalahkan salah satu pihak….
May 1st, 2011 on 1:18 am
setuju.
-siswa tidak jujur karena tidak di didik dengan benar oleh guru.
-guru tidak mendidik dengan benar karena (mungkin) kurikulum yang gak benar (disini munkin kita perlu memahami lagi perbedaan pendidikan -moral/akhlak/mentalitas- dengan pengajaran -ilmu/pengetahuan-) + tekanan kepala sekolah supaya siswa bernilai bagus.
-kepala sekolah menekan guru karena tekanan dinas pendidikan setempat (di sebagian -mungkin semua- daerah, sekolah benar2 terseret politik lokal setempat).
-dinas pendidikan daerah menekan kepala sekolah (mungkin ditekan bupati/walikota) untuk pencitraan politik dan nama baik daerah.
-terus ke atas provinsi dan nasional.
(adalah wajar dan manusiawi kalau dalam satu kelas terdapat beberapa orang siswa tinggal kelas atau tidak lulus, karena tidak naik atau tidak lulus juga adalah pendidikan. karena dalam kehidupan wajar dan alami jika seseorang gagal atau bangkrut, yang tidak baik adalah jika seseorang berputus asa)
mengapa ini terjadi?, mungkin karena sebagian pengambil keputusan dalam pendidikan kita (mungkin dalam aspek pemerintahan dan kenegaraan lainya juga) tidak terdidik dengan baik (walaupun terpelajar).
June 3rd, 2010 on 12:35 pm
Setuju mba..
skrng tuh ada istilah yang namanya “Tim Suses Sekolah”
Apa-apaan??????
June 13th, 2010 on 3:21 pm
Tim sukses sekolah…. kaya pilkada aja ya? hehe…
Semua komponen sekolah harusnya menjadi tim sukses sekolah lho… tim sukses utk mencerdaskan bangsa… :16:
January 10th, 2011 on 9:56 pm
sebenarya tidak ada yg salh,hnya sja harus ada yg dipebaiki,
terutama guru dan sistem pengajaranya,mnurt sya seharusya sebagai seorg guru tdk bleh:
-mlkukan metode ceramah,karena akn mmbt murid pasif dan trbiasa hny bljar dr apa yg dkatakn gru,
-kmudian jgnlh mengkritik siswa dg sebuah remdial krn akn mmbt siswa malu,krn ssguhnya remdial bkanlh kegagalan tpi proses memperbaiki
-apbl mmbrikn tgas rmah gurupun tdak bleh mnuntut sswa untuk mngrjaknya 100% bnar,yg pntg mrk brusaha.
-setiap siswa d’perbolehkan mlkukn ksalahan,mreka d’perblehkn mmbndingk hsil bljar mrk yg sblmnya,bkan dg tman yg lain
-sebaiknya jgn mlkukn sistem rangking”an krena itu hnya mmbuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yg dianggap terbaik.
-guru hrus memiliki kompetensi yg tinggi,toleransi,dan komitmen pada keberhasilan dan tangungjwab.
June 1st, 2010 on 12:30 am
Sebenarnya saya nggak setuju mas, tetapi SANGAT SETUJA :12::12::10::12::18:
June 1st, 2010 on 12:32 am
Kalawo gagal, apa nggak sebaiknya di REMIDI mas?:16:
June 13th, 2010 on 3:23 pm
heuheu… bener mas… diremidi aja haha :16:
June 1st, 2010 on 1:28 am
jadi inget dulu waktu SD sampai PT sistem pendidikan kita gak separah dan serumit ini ya kang dede
June 13th, 2010 on 3:24 pm
betul mah…
June 1st, 2010 on 2:21 am
potret kegagalan PT mencetak sarjana saat ini berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, saat ini lulusan sarjana tak ubahnya penambah antrian di berbagai pameran bursa-bursa pekerjaan,..deugh…
June 13th, 2010 on 3:25 pm
Prihatin…..
June 1st, 2010 on 3:44 am
sistem kita mencetak robot. hanya pandai menghapal data dan fakta tapi lemah dalam analisis. Itu sebabnya ketika lulusan kita melanjutkan ke luar negeri, kita kedodoran dalam logika analisa dan problem solving. juga dalam self confidence ketika harus memimpin team work atau ketika harus mempresentasikan proyeknya. ini lobang besar yah mas.. harus dipikirkan bersama antara pemangku kepentingan.
June 13th, 2010 on 3:26 pm
Robot yg lemah & ga laku ya Bang? :16:
June 1st, 2010 on 5:34 am
tamparan buat saya nih sebagai seorang guru, pissssss
June 13th, 2010 on 3:28 pm
Kita seprofesi Pak.. :01:
June 20th, 2010 on 11:17 am
Sebagai rekan seprofesi, saya juga miris kang..
June 20th, 2010 on 12:04 pm
Iya bang… semoga kedepannya bisa menghasilkan lulusan terbaiknya
June 1st, 2010 on 7:20 am
woww… segitu ironisnya Kang Dede?
lantas apakah yang dikerjakan para pemikir pendidikan indonesia?
semoga ke depan bisa lebih baik
sehingga generasi kita semakin berkualitas..
salam sukses..
sedj
June 13th, 2010 on 3:32 pm
Amin… kehidupan lebih baik, pendidikan Indonesia lebih baik… harapan semua.. Semoga.
Salam sukses juga mas Sedjatee
June 1st, 2010 on 10:17 am
iya niiih jadi bagaimana niih bangsa kita, semoga dikemudian hari bangsa kita bukan lagi menjadi bangsa yang pengekor….. hhhhhhaaaaa jadi sedih niiih.:02:
June 13th, 2010 on 3:37 pm
heuheu… mudah2an bisa jad kepala ya? :01:
June 1st, 2010 on 10:50 am
Bukan 100% sebenarnya kesalahan sistem, tapi ada juga faktor keluarga, berbeda dengan jaman dahulu, keluarga begitu gencar mendukung anak belajar , tetapi sekarang anak sepenuhnya diserahkan kepada guru atau guru private, pengaruh teknologi yang tidak mampu menggunakannya dengan bijak mengakibatkan menurunnya usaha untuk meningkatkan skill dan kemampuan, terutama kepemimpinan diri, Dalam era teknologi yang berkembang, guru juga kurang meningkatkan wawasan, sehingga benyak ketertinggalan.
dan memang sistem pendidikan dengan kurikulum yang berubah-ubah sehingga semua hanya sebagai bahan uji.
Miris sekali saya memandang kondisi ini sebagai seorang GURU juga
June 13th, 2010 on 3:38 pm
bisa juga… tera kasih masukannya Mba Jumialely,
June 1st, 2010 on 11:45 am
Wah pak, kalau sistem pendidikan nasional kita gagal,
kasihan masa depan anak cucu kita dung..
lalu apa peran kita sebagai orang tua untuk memotivasi jika sistem pendidikan nasional kita terbilang gagal??
June 13th, 2010 on 3:41 pm
Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi Bang… kita berdo’a saja :01:
June 1st, 2010 on 12:33 pm
:04: kang dede ada fans baru nih tuh liat di fitrimelinda piss hihih :20::22:
June 13th, 2010 on 3:49 pm
yg bener?…. masa? :20::22: *ge-eR mode On*
June 1st, 2010 on 12:58 pm
Diperbaiki, diperbaharui, dimodernisasi kali ya..?:22:
June 13th, 2010 on 3:52 pm
Iya… kaleee :22:
June 1st, 2010 on 1:49 pm
hehehe….IQ saya 132 trus lulus di UNPAD…tapi saya milih gk kuliah….
hehehe….
pengen ngebuktiin ma orang”….
klo gk kuliah juga bisa sukses…..
June 13th, 2010 on 4:06 pm
Udah terbukti belom? :16:
June 1st, 2010 on 2:57 pm
Bagusnya diganti sama sistem pendidikan yang kayak gimana? Ada ide ga? :22:
June 13th, 2010 on 4:09 pm
:22: yg pasti yg lebih baik… :18:
June 1st, 2010 on 7:08 pm
Nampaknya memang benar demikian, ya?
June 13th, 2010 on 4:09 pm
Sepertinya betu Pak guru…
June 1st, 2010 on 8:19 pm
bener banget, itu bermula dari gamangnya pemerintah ini terhadap arah pembangunan bangsa ini…
June 13th, 2010 on 4:12 pm
Mudah2an kedepannya ga gamang lagi ya..
June 1st, 2010 on 10:00 pm
gagal sekarang tidak masalah, yang penting berhasil di kemudian hari… dan menjadi lebih baik…
June 13th, 2010 on 4:13 pm
Harapan kita demikian, bisa lebih baik…
June 1st, 2010 on 10:11 pm
Lha sebenarnya sistem pendidikan nasional kita ini mengacu pada negara mana sih?
Dulu kok rasanya beres2 aja dan hasilnya juga banyak yang bagus…
Tapi sekarang??? Cuma mengejar kelulusan doang…
June 13th, 2010 on 4:21 pm
Mengacu paa negara antah berantah kalee… :02:
Sukses SOb! :01:
June 1st, 2010 on 10:38 pm
wah blognya bagus sekali, banyak dapat pencerahan salam kenal di kunjungan pertama ini, semoga bisa menjadi sahabatnya walau hanya di blog, salam
June 13th, 2010 on 4:22 pm
Thanks … pujian yg berlebihan…
alam kenal juga… Pastinya bisa. Salam juga Non!
June 2nd, 2010 on 7:46 am
kunjungan pagi om..
June 13th, 2010 on 4:24 pm
Mangga Ommm…
June 2nd, 2010 on 9:07 am
Mungkin ini lah perubahan dalam dunia pendidikan kita, ironis sekali yahhh
June 13th, 2010 on 4:26 pm
Perubahan yg merugikan….
June 2nd, 2010 on 4:51 pm
kalau gagal, apa bisa diperbaiki? bagaimana caranya ?? dan bagaimana kalau gagal lagi ya ??? kasian kasian kasian
June 13th, 2010 on 4:35 pm
Optimis saja… semoga kedepannya bisa lebih baik…
June 2nd, 2010 on 5:42 pm
setujuuu… sistem pendidikan nasional kita gagal.
tak jelas arahnya dan visi yang dangkal…
akhirnya kebijakannya amburadul
June 2nd, 2010 on 8:43 pm
Berkunjung lagi tuk menyapa saudaraku di seberang sana.
Selamat malam dan salam hangat selalu.
June 13th, 2010 on 4:37 pm
Selamat sore… & salam hangat juga pak
June 13th, 2010 on 4:36 pm
hm…. yap..
June 2nd, 2010 on 8:45 pm
Sepertinya sa’at ini sekolah dan kuliah targetnya hanya ijazah untuk supaya bisa kerja atau ditempatkan diperusahaan dan instansi tertentu ya kang? tp gak semua. Ada sebagian orang mengatakan “ngapain sekolah tinggi2 ntar juga cari kerja susah” padahal kalau menurut saya orang awam, menimba ilmu tujuannya buka cuma untuk mendapat pekerjaan dan uang. Itu mungkin kang yang dibilang Sekuler dan Matrialis, tidak meniatkan menuntut ilmu untuk ibadah. Punten kang ah, abdimah jalmi teu nyakola.
June 13th, 2010 on 4:40 pm
Betul… bisa juga demikian kang..
Nuhun komennya
June 2nd, 2010 on 10:03 pm
makin lama makin menurun kualitas SDM nya.. :02::02:
June 13th, 2010 on 4:41 pm
June 3rd, 2010 on 12:50 am
wilujeng sonten Kang :09: hapunteun nuju amengan deui
June 3rd, 2010 on 12:51 am
ditilik-tilik, ko tambah seeur nya Kang siswa anu gagal UAN ?:22:
June 3rd, 2010 on 12:56 am
mudah-mudahan aya perbaikan sistem di pendidikan mendatang…amien
June 3rd, 2010 on 12:58 am
salam hangat kanggo Kang de sakulawargi…
June 13th, 2010 on 4:49 pm
Salam sukses juga kanggo kang Riez sakulawargi… :01:
June 6th, 2010 on 10:56 am
yap benar
kita berharap sedemikian
salam dalam persahabatan
June 13th, 2010 on 9:42 pm
Salam persahabatan juga & Piss :01:
June 3rd, 2010 on 2:21 am
duh kumaha atuh kang, kudu disakolakeun kamana atuh ieu murangkalih abdi :22:
June 13th, 2010 on 5:01 pm
kamana nya?
*balik nanya, lieur mode on*
June 3rd, 2010 on 2:28 am
ini yang komentar ada yang siswa ada juga yang guru… masing2 punya argumen :20:
der kadinya sing rame ah :12:
June 13th, 2010 on 5:03 pm
derrr… sok lah…
June 3rd, 2010 on 5:13 am
sigana kedah aya guru baru yeuh..urang daftar lah kekeke
June 13th, 2010 on 5:04 pm
mangga kang.. sok atuh dalaftar… heuehu..
June 3rd, 2010 on 10:25 am
Yang perlu ditanyakan adalah Tujuan pendidikan. Apakah memang menyiapkan manusia yang siap pakai atau untuk pembekalan belaka yang harus diikuti pendidikan lanjutan.
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
June 13th, 2010 on 5:25 pm
Betul Pakde. Salam hangat juga.. maaf ga bisa ikut memeriahkan acaranya. Beberapa hari kemarin ada keperluan yg memaksa utk off…
June 3rd, 2010 on 11:08 am
Saya banyak gak setujunya mas…. …. terlalu mindset bukan motorik.. itu sebenarnya intinya…….
June 13th, 2010 on 5:25 pm
hm…. bisa juga..
June 3rd, 2010 on 12:11 pm
menurut aku sih..
IQ dan well-informed-person bukanlah segalanya sekarang..
tapi orang yang kreatif dan inovatif yang akan maju di dunia baru ini… :10:
June 13th, 2010 on 5:37 pm
Betul pisan….
June 3rd, 2010 on 3:42 pm
ilmu tinggi memang bukan segalanya,tapi ahklak yg tinggi itulah sebenarnya yg dicari.
orang tidak perduli seberapa banyak ilmu kita,tapi mereka perduli seberapa perduli kita terhadap orang lain :01:
June 3rd, 2010 on 6:57 pm
setuju…:12:
June 13th, 2010 on 5:40 pm
Benar Bang… :01:
June 3rd, 2010 on 4:02 pm
:16::16::16:
wow… mahasiswa ITB aja yg katanya salah satu univ terbaik di Indonesia sdh punya profil mahasiswa kyk gitu…apalgi di univ lain…
June 13th, 2010 on 5:41 pm
:16: …
June 3rd, 2010 on 4:59 pm
kalo diganti sih gak juga. karena bagaimanpuan, setiap kekurangan ada kelebihan
mending memperbaiki yang kurang kurang
June 13th, 2010 on 6:02 pm
Siipp Zul… komennya OK :12:
June 3rd, 2010 on 7:08 pm
berharap aja.. semoga pendidikan indonesia tambah baik dan jauh dari segala macam sikap premanisme yg berkedok mahasiswa.. semoga pendidikan indonesia lebih maju lg.. amin.. :09:
salam pisss dan semangattz:08:
June 13th, 2010 on 6:03 pm
Amin.. juga…
June 4th, 2010 on 2:15 pm
pendidikan dasar dan menengah terlalu fokus kepada UN, mana bisa berkualitas… :04:
June 13th, 2010 on 6:06 pm
Iya … optimis saja.. smoga kedepannya smakin berkualitas…
June 4th, 2010 on 8:17 pm
Setuju, tapi bukan salah satu atau dua pihak saja. Lagi pula ukuran gagal berhasil kan bukan hanya standar evaluasi dari pemerintah.
June 5th, 2010 on 3:56 pm
gagal secara UNAS belum tentu pendidikan gagal kan kang
tapi kalau itu sudah standart apa harus salah
June 13th, 2010 on 6:07 pm
Betul gan…
June 5th, 2010 on 3:55 pm
wah betulkah sistem pendidikan yang gagal kang
June 5th, 2010 on 3:57 pm
selamat berakhir pekan kang
salam dari pamekasan madura semoga shat dan bahagia bersama kelauarga tercinta
June 13th, 2010 on 9:19 pm
Selmat juga Mas Citro… Mpisss :16:
June 6th, 2010 on 9:33 am
seharusnyalah sudah pendidikan di orintasikan bukan hanya jangka pendek semata melainkan membangun manusia seutuhnya, cerdas ilmu cerdas akal dan budi pekerti
June 13th, 2010 on 9:39 pm
Betul, semoga saja bisa tercapai
June 6th, 2010 on 7:01 pm
saya setuju dengan kalimat yang paling akhir….
Kalau sistem pendidikan nasional telah gagal, berarti sistem pendidikan di Indonesia perlu diperbaiki? atau diganti? ***
teringat teman saya waktu duluh..terpaksa ga bisa melanjutkan sekolahnya dikarenakan kurang biaya atau tidak ada biaya lagi ” menggaris bawai : sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah sekular materialistik ” hal ini benar-benar terjadi.
salam hangat
June 13th, 2010 on 10:03 pm
Salam hangat juga Andie… Pisss hehe
June 13th, 2010 on 10:43 pm
kang dede teu aja..hahahaha
pisssss juga dech
June 6th, 2010 on 7:11 pm
antara nilai IPK dan jiwwa leader….keduanya sangat penting…entah lebih berarti mana saya tidak tau yang jelas untuk berjalan seimbang antara keduanya, saya mersa susah…
SBY memilih 3 orang pendobrak bangsa indonesia (maaf kang lupa namanya) salah 1 dari mereka berkata : IPK baik akan sedikit gampang mencari kerjaan…tapi jika jiwa leader akan mudah menuju kesuksesan..
salam adem ayem kang
June 13th, 2010 on 10:08 pm
Sippp .. betul Andi..
June 6th, 2010 on 10:12 pm
Kalau gagal, salah siapa? :02:
June 7th, 2010 on 1:11 am
:12: :12: :12:
June 13th, 2010 on 10:11 pm
Salah siapa ya?…
(balik nanya… bingung…
June 7th, 2010 on 7:38 am
ada yang kurang tepat..
seolah-olah wajib belajar = wajib sekolah
padahal belajar bisa dimana saja, kapan saja
seperti perintah agama
menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin
bukan sekolah yhang wajib
tapi menuntut ilmu
ya kan Kang Dede?
salam sukses..
sedj
June 13th, 2010 on 10:15 pm
Betul banget ms..
SUkses juga untuk Mas Sedjatee
June 7th, 2010 on 8:35 am
met pagii met aktifitas…apakabarr kang??
hihihi tingkat percaya diri urutan nya k 4
bri kira pertama :05:
June 13th, 2010 on 10:18 pm
Malam Bri… Sukses untukmu :05:
June 7th, 2010 on 12:49 pm
Assalamu’alaikum,
Sebenarnya tujuan pendidikan kita sudah baik seperti yang tertulis dalam Undang-undang, tapi dalam menuangkan tujuan itu banyak yang menyimpang dari arah tujuan itu. Kemauan politik para penyelenggara pemerintahan tampak tidak sepenuh hati dalam memajukan pendidikan ini. Setiap praktisi dan stakeholder pendidikan di negeri ini tahu betul bagaimana keadaan pendidikan kita yang sangat memprihatinkan ini. Untuk memperbaikinya sudah sangat sulit bisa berhasil dalam waktu beberapa tahun saja. Dan untuk itu perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, praktisi dan birokrasi pendidikan, itu pun akan memakan waktu yang cukup lama.
Terima kasih Pak Dede, sebuah tulisan yang akan mengusik hati semua praktisi dan stakeholder pendidikan.
Salam.
June 13th, 2010 on 10:19 pm
Wa’alaikumsalam…
Amin, semoga saja demikian kang.
June 7th, 2010 on 2:42 pm
sepertinya sistemnya yang perlu diganti :22:
June 13th, 2010 on 10:21 pm
Apapun itu… kalau bisa membuat pendidikan lebih baik… harus dilakukan
June 7th, 2010 on 5:06 pm
sebenarnya tdk seluruhnya kesalahan pd sistem.
guru2 pun masih banyak yg tdk mau meningkatkan dirinya sendiri, dgn kemajuan teknologi yg ada.
selain itu mungkin juga perlu disadari tujuan dr pendidikan itu sendiri,
apakah utk mencetak generasi siap pakai atau hrs dilanjutkan lagi keahliannya pd bidang tertentu.
Sebaiknya memang dipikirkan bersama2 dgn instansi terkait langsung dgn pendidikan kita.
salam
June 13th, 2010 on 11:04 pm
setuju bunda…. ini tanggung jawab bersama..
June 8th, 2010 on 4:36 pm
wuih, mahasiswa ITB aja kek gitu apalagi yang laen nih
perlu diperhitungkan masalah pendidikan di negara kita nih
June 13th, 2010 on 11:12 pm
Betul Prof…
June 8th, 2010 on 9:36 pm
jangan sampe sistem pendidikan jadi ajang percobaan buat generasi saat ini.. kasian liatnya. :01:
June 13th, 2010 on 11:17 pm
Jangan sampai…
June 9th, 2010 on 9:37 am
Saya melihat akar permasalahan ini terjadi pada learning process yang kita kembangkan selama ini, dimana pembelajaran cenderung lebih bergaya behavioristik, kurang memberikan ruang kreatif bagi siswa.dan kurang membentuk jiwa enterpreneurship.
Tentunya ini menjadi tantangan bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan
Terima kasih atas infonya.
June 12th, 2010 on 9:11 pm
sawangsulna kang Adjat :09:
June 13th, 2010 on 11:50 pm
hehe… nuhun kang, pangwalerkeun :18:
June 13th, 2010 on 11:20 pm
Sama-sama terima kasih komen + masukannya
June 9th, 2010 on 12:32 pm
harus diperbaiki……………………….
June 12th, 2010 on 9:12 pm
siap pak Hakim :02:
June 13th, 2010 on 11:20 pm
Yap…
eh…. sory ya sy jarang komen kalo pake disqus :02: :01:
June 9th, 2010 on 12:42 pm
Assalaamu’alaikum Dede
Saya bersetuju dengan pendapat Akhmad Sudrajat. Jika gaya pembelajarannya bersifat teori behaviorisme, hal ini seperti hanya mengikuti sahaja tidak terkait dengan pengalaman. maka teori pembelajaran konstrutiivisme harus ditekankan kerana pelajar belajar melalui pengalaman yang punya kontekstual dengan pembelajarannya. Keadaan sistem pembelajaran yang lebih bersifat exam oriented juga memendekkan jarak untuk pelajar kita menjadi kreatif dalam pemikiran dan kepimpinan. semoga ada perubahan dalam sistem pendidikan pada masa akan datang. Info yang menarik. Salam mesra dari saya.
June 13th, 2010 on 11:22 pm
Wa’alaikumsalam Bunda Siti…
Salam mesra juga dari Legokjawa Cimerak Ciamis Indonesia
June 9th, 2010 on 8:18 pm
sekarang jamannya bukan mendidik menjadi penghafal yang ulung tapi menciptakan insan yang mempunyai analisis yang tinggi, tahu implementasi, berakhlak dan percaya diri.
sebuah usaha yang lumayan berat……
June 12th, 2010 on 9:11 pm
dan barusan adalah komentar yang berat :21:
June 13th, 2010 on 11:27 pm
benar juga
June 9th, 2010 on 10:34 pm
MERDEKAA!!!!!:08:
kemana aja neh… ayo semangattzz… suksess aja yaa….. !!! :12:
June 12th, 2010 on 9:10 pm
lagi lalajo piala dunya :07:
June 13th, 2010 on 11:35 pm
Merdek juga & Piss…. biasa bang sibuk teu puguh…
June 10th, 2010 on 1:47 am
solusinya adalah memperketat jara belajar mengajar…
mengutamakan kualitas cara mengajar,sebagian besar siswa pastinya kurang begitu faham apa yang diajarkan pengajar (dalam segi penyampaian materi).pengajar selalu berusaha menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap siswanya (ini yang amat penting)
ada tambahan lain…????
salam sejahtera
June 12th, 2010 on 9:09 pm
harusnya guru menempatkan diri sebagai murid :22:
June 13th, 2010 on 11:37 pm
Salam sejahtera juga & Piss juga hehee
June 10th, 2010 on 10:23 am
Sepakat !… Penentu kebijakan dalam sistem pendidikan indonesia seperti kurikulum, silabus dll banyak membingungkan. Maka menghasilkan generasi bingung seperti sekarang.
Salam sobat
June 13th, 2010 on 11:39 pm
Salam juga SOb…
June 10th, 2010 on 10:57 am
walau sekolah saya gagal ( gak sampai lulus ) saya gak ingin mengulangi kegagalan dalam hidup saya… cita2nya seh pengen usaha mandiri…. semoga bisa :01:
June 12th, 2010 on 9:09 pm
turut mendoakan kang :01: semoga berhasil
June 13th, 2010 on 11:40 pm
Insya Allah bisa… sy do’akan…
June 11th, 2010 on 5:01 pm
semoga kang dede sekeluarga selalu dalam lindungan Allah….
June 12th, 2010 on 9:08 pm
amiiiiiinnnn… :01:
June 13th, 2010 on 11:53 pm
Aminn juga nuhun do’anya kang…
June 13th, 2010 on 11:41 pm
Alhamdulilah baik kang, kemarin2 emang sering off…
June 12th, 2010 on 9:06 am
kamana wae kang dede..kangen yeuh saya eh eh eh:16:
June 12th, 2010 on 9:07 pm
nuju sibuk ku piala dunya kang :16:
June 13th, 2010 on 11:52 pm
:16: haha… hidup Argentina!
June 13th, 2010 on 11:48 pm
AYa kang…. maklum profesi oemar bakrie… diakhir semester banyak kerjaan :01:
June 13th, 2010 on 6:13 pm
Semoga lain kali dan yang akan datang gak gagal lagi
June 20th, 2010 on 11:36 pm
Amin….
June 13th, 2010 on 6:14 pm
Kalo gagal entar kaya apa dong anak kita
June 13th, 2010 on 6:15 pm
Sepertinya gagal nggak cuma dalam penerapannya banyak kendala saja dan kurang sesuai dengan keadaan
Wakkakkkakk
Sok pakar nya kang dadang
June 20th, 2010 on 11:15 am
PR yang berat bagi kita semua sebagai seorang Guru Kang…
June 21st, 2010 on 12:16 am
Betul….
June 20th, 2010 on 12:28 pm
Kebijakan pendidikan nasional kita selama ini jauh dari kesan membumi. Akibatnya setiap kebijakan pendidikan nasional yang diambil Pemerintah selalu menimbulkan polemik dan kontroversi, dan bila dipaksakan, maka yang timbul hanyalah permasalahan baru.
June 20th, 2010 on 11:39 pm
Betul…
June 20th, 2010 on 12:30 pm
“Ada 4 persoalan yang telah menjadikan sistem pendidikan nasional menjadi ruwet seperti sekarang ini, pertama, Penerapan Ujian Nasional; kedua, persoalan sertifikasi guru; ketiga,persoalan sekolah berstandar internasional; dan keempat, masalah undang-undang BHP.Kini sistem pendidikan kita begitu kompleks, tetapi tanpa makna,”
June 20th, 2010 on 11:42 pm
Iya bang… Sipp..
June 20th, 2010 on 12:31 pm
Secara pribadi saya tidak cukup berkompeten berbicara soal ujian nasional, karena saya hanya lah guru madrasah biasa. Namun sepanjang karir saya sebagai guru setidaknya sudah 8 tahun terakhir ini saya terlibat aktif dalam penyelenggaraan ujian nasional entah itu selaku panitia maupun pengawas umum, sehingga menurut saya pengalaman yang ada tersebut cukup memberikan gambaran akan ruwetnya prosesi ujian nasional tersebut. Beberapa rekan guru menyebutnya dilema moral, saya sendiri menyebutnya anomali sistem pendidikan.
June 20th, 2010 on 11:44 pm
Bener banget bang…. sangat diematis…. atw anomali menurut bahasa imia Bang Iwan mah
June 20th, 2010 on 12:33 pm
Penerapan kebijakan ujian nasional, telah bermasalah sejak pertama kali ditetapkan. Namun, pemerintah seolah tutup mata dan jalan terus tanpa ada proses jeda, evaluasi, dan perbaikan.
June 20th, 2010 on 11:45 pm
Tutup mataalias pura2 ga melihat….,
July 2nd, 2010 on 5:09 pm
wah gak di duga2 hancur banget ya….
May 8th, 2011 on 1:09 am
sejauh ini belajar masih dimaknai sebagai proses utk ujian.. bukannya ujian utk belajar..