Sistem Pendidikan Nasional Gagal?
Last Updated on Monday, 31 May 2010 09:56 Written by dedekusn Tuesday, 1 June 2010 12:01
Sistem Pendidikan Nasional Gagal? Lagi-lagi saya membuat judul tulisan sebuah pertanyaan. Pertanyan yang muncul setelah membaca sebuah artikel yang ditulis salah seorang dosen ITB Eva Muchtar pada sebuah majalah edisi bulan Mei 2010, beliau menuturkan “pendidikan nasional saat ini telah gagal memproses generasi bangsa ini menjadi generasi cerdas dan mandiri” hal ini disebabkan karena sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah sekular materialistik”, akibatnya ‘bangsa ini memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah”, hal ini terlihat dari data mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia (ITB), diperoleh gambaran sebagai berikut:
- Tingkat Kecerdasan (IQ>110) = 79%
- Kemandirian (13%)
- Usaha (67%)
- Percaya diri (11%)
- Kepekaan (19%)
- Kepemimpinan (4%
Berdasar data tersebut, jelas bahwa mereka memiliki IQ tinggi, namun tidak mandiri, tidak percaya diri, bahkan tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Potret generasi seperti ini tidak akan mampu menyelesaikan persoalan orang lain, apalagi persoalan negara, mereka hanya memikirkan dirinya. Jadi, wajar jika lulusan pendidikan di negeri ini hanya diposisikan sebagai buruh, bukan sebagai pencipta lapangan kerja. Ini artinya Indonesia hanya berpredikat sebagai pengekor bukan sebagai leader.
Kalau sistem pendidikan nasional telah gagal, berarti sistem pendidikan di Indonesia perlu diperbaiki? atau diganti? ***
Incoming search terms for the article:
- sistem pendidikan nasional
- pendidikan
- sistem pendidikan nasional 2010
- masalah pendidikan nasional
- perubahan tentang sistem pendidikan dulu dan sekarang
- usaha pemerintah memajukan pendidikan inklusi
- kegagalan pendidikan
- persoalan gagalnya pendidikan saat ini
- pertanyaan tentang sistem pendidikan nasional
- kegagalan dalam pendidikan
Postingan lain
Tags: gagal, pendidikan nasional, SDM, Sistem Pendidikan, Sistem Pendidikan Nasional, Sistem Pendidikan Nasional Gagal
164 Comments
Leave a Reply
Langganan Postingan
8 Tulisan Terbaru
- Selamat Idul Fitri 1431 H
- Success with TutorVista online learning
- Bagi saya, nulis itu tetap susah
- Kiat menjadi top 10 di Google dengan WordPress & T-Shirt bintang satu Blogcamp
- Cara cepat membuat dokumen PDF dari MS. Office 2007
- Era tiga dimensi
- Cepat atau lambat, migrasi teknologi pasti terjadi
- Naik Turun
8 Komentar Terakhir
- pututik on Selamat Idul Fitri 1431 H
- Sempulur on Selamat Idul Fitri 1431 H
- kyra.curapix on Selamat Idul Fitri 1431 H
- HALAMAN PUTIH on Selamat Idul Fitri 1431 H
- Bang Iwan on Selamat Idul Fitri 1431 H
- wibowo on Selamat Idul Fitri 1431 H
- aldy on Selamat Idul Fitri 1431 H
- kampus blog on Tips nonton video Youtube tidak putus-putus
Setuju mas…
aq suka sistem pendidikan zaman ku SD…
gak pas SMU kemarin… gara2 ngejar kelulusan…
guru dan murid saling membantu dlm ujian (ketergantungan )
terus….ahhhhhhhhh
apa yang salah dengan pendidikan kita


[Reply]
jurug Reply:
June 1st, 2010 at 1:09 am
yang salah guru nya tuh….
klo dia bener2 guru pastinya dia mempersiapkan kelulusan muridnya dengan profesional… tapi barangkali Gurunya Lulus juga karena cuma ngejar ijazah doang. sehingga jadi guru-guruan
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:13 pm
Lebih bijak kalau kita ga bisa menyalahkan salah satu pihak….
[Reply]
ralarash Reply:
June 3rd, 2010 at 12:35 pm
Setuju mba..
skrng tuh ada istilah yang namanya “Tim Suses Sekolah”
Apa-apaan??????
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:21 pm
Tim sukses sekolah…. kaya pilkada aja ya? hehe…
Semua komponen sekolah harusnya menjadi tim sukses sekolah lho… tim sukses utk mencerdaskan bangsa…
[Reply]
Sebenarnya saya nggak setuju mas, tetapi SANGAT SETUJA




[Reply]
Kalawo gagal, apa nggak sebaiknya di REMIDI mas?
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:23 pm
heuheu… bener mas… diremidi aja haha
[Reply]
jadi inget dulu waktu SD sampai PT sistem pendidikan kita gak separah dan serumit ini ya kang dede
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:24 pm
betul mah…
[Reply]
potret kegagalan PT mencetak sarjana saat ini berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, saat ini lulusan sarjana tak ubahnya penambah antrian di berbagai pameran bursa-bursa pekerjaan,..deugh…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:25 pm
Prihatin…..
[Reply]
sistem kita mencetak robot. hanya pandai menghapal data dan fakta tapi lemah dalam analisis. Itu sebabnya ketika lulusan kita melanjutkan ke luar negeri, kita kedodoran dalam logika analisa dan problem solving. juga dalam self confidence ketika harus memimpin team work atau ketika harus mempresentasikan proyeknya. ini lobang besar yah mas.. harus dipikirkan bersama antara pemangku kepentingan.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:26 pm
Robot yg lemah & ga laku ya Bang?
[Reply]
tamparan buat saya nih sebagai seorang guru, pissssss
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:28 pm
Kita seprofesi Pak..
[Reply]
Bang Iwan Reply:
June 20th, 2010 at 11:17 am
Sebagai rekan seprofesi, saya juga miris kang..
[Reply]
dedekusn Reply:
June 20th, 2010 at 12:04 pm
Iya bang… semoga kedepannya bisa menghasilkan lulusan terbaiknya
woww… segitu ironisnya Kang Dede?
lantas apakah yang dikerjakan para pemikir pendidikan indonesia?
semoga ke depan bisa lebih baik
sehingga generasi kita semakin berkualitas..
salam sukses..
sedj
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:32 pm
Amin… kehidupan lebih baik, pendidikan Indonesia lebih baik… harapan semua.. Semoga.
Salam sukses juga mas Sedjatee
[Reply]
iya niiih jadi bagaimana niih bangsa kita, semoga dikemudian hari bangsa kita bukan lagi menjadi bangsa yang pengekor….. hhhhhhaaaaa jadi sedih niiih.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:37 pm
heuheu… mudah2an bisa jad kepala ya?
[Reply]
Bukan 100% sebenarnya kesalahan sistem, tapi ada juga faktor keluarga, berbeda dengan jaman dahulu, keluarga begitu gencar mendukung anak belajar , tetapi sekarang anak sepenuhnya diserahkan kepada guru atau guru private, pengaruh teknologi yang tidak mampu menggunakannya dengan bijak mengakibatkan menurunnya usaha untuk meningkatkan skill dan kemampuan, terutama kepemimpinan diri, Dalam era teknologi yang berkembang, guru juga kurang meningkatkan wawasan, sehingga benyak ketertinggalan.
dan memang sistem pendidikan dengan kurikulum yang berubah-ubah sehingga semua hanya sebagai bahan uji.
Miris sekali saya memandang kondisi ini sebagai seorang GURU juga
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:38 pm
bisa juga… tera kasih masukannya Mba Jumialely,
[Reply]
Wah pak, kalau sistem pendidikan nasional kita gagal,
kasihan masa depan anak cucu kita dung..
lalu apa peran kita sebagai orang tua untuk memotivasi jika sistem pendidikan nasional kita terbilang gagal??
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:41 pm
Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi Bang… kita berdo’a saja
[Reply]
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:49 pm
yg bener?…. masa?
*ge-eR mode On*
[Reply]
Diperbaiki, diperbaharui, dimodernisasi kali ya..?
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 3:52 pm
Iya… kaleee
[Reply]
hehehe….IQ saya 132 trus lulus di UNPAD…tapi saya milih gk kuliah….
hehehe….
pengen ngebuktiin ma orang”….
klo gk kuliah juga bisa sukses…..
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:06 pm
Udah terbukti belom?
[Reply]
Bagusnya diganti sama sistem pendidikan yang kayak gimana? Ada ide ga?
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:09 pm
[Reply]
Nampaknya memang benar demikian, ya?
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:09 pm
Sepertinya betu Pak guru…
[Reply]
bener banget, itu bermula dari gamangnya pemerintah ini terhadap arah pembangunan bangsa ini…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:12 pm
Mudah2an kedepannya ga gamang lagi ya..
[Reply]
gagal sekarang tidak masalah, yang penting berhasil di kemudian hari… dan menjadi lebih baik…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:13 pm
Harapan kita demikian, bisa lebih baik…
[Reply]
Lha sebenarnya sistem pendidikan nasional kita ini mengacu pada negara mana sih?
Dulu kok rasanya beres2 aja dan hasilnya juga banyak yang bagus…
Tapi sekarang??? Cuma mengejar kelulusan doang…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:21 pm
Mengacu paa negara antah berantah kalee…

Sukses SOb!
[Reply]
wah blognya bagus sekali, banyak dapat pencerahan salam kenal di kunjungan pertama ini, semoga bisa menjadi sahabatnya walau hanya di blog, salam
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:22 pm
Thanks … pujian yg berlebihan…
alam kenal juga… Pastinya bisa. Salam juga Non!
[Reply]
kunjungan pagi om..
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:24 pm
Mangga Ommm…
[Reply]
Mungkin ini lah perubahan dalam dunia pendidikan kita, ironis sekali yahhh
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:26 pm
Perubahan yg merugikan….
[Reply]
kalau gagal, apa bisa diperbaiki? bagaimana caranya ?? dan bagaimana kalau gagal lagi ya ??? kasian kasian kasian
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:35 pm
Optimis saja… semoga kedepannya bisa lebih baik…
[Reply]
setujuuu… sistem pendidikan nasional kita gagal.
tak jelas arahnya dan visi yang dangkal…
akhirnya kebijakannya amburadul
[Reply]
M Mursyid PW Reply:
June 2nd, 2010 at 8:43 pm
Berkunjung lagi tuk menyapa saudaraku di seberang sana.
Selamat malam dan salam hangat selalu.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:37 pm
Selamat sore… & salam hangat juga pak
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:36 pm
hm…. yap..
[Reply]
Sepertinya sa’at ini sekolah dan kuliah targetnya hanya ijazah untuk supaya bisa kerja atau ditempatkan diperusahaan dan instansi tertentu ya kang? tp gak semua. Ada sebagian orang mengatakan “ngapain sekolah tinggi2 ntar juga cari kerja susah” padahal kalau menurut saya orang awam, menimba ilmu tujuannya buka cuma untuk mendapat pekerjaan dan uang. Itu mungkin kang yang dibilang Sekuler dan Matrialis, tidak meniatkan menuntut ilmu untuk ibadah. Punten kang ah, abdimah jalmi teu nyakola.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:40 pm
Betul… bisa juga demikian kang..
Nuhun komennya
[Reply]
makin lama makin menurun kualitas SDM nya..

[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:41 pm
[Reply]
wilujeng sonten Kang
hapunteun nuju amengan deui
[Reply]
Hariez Reply:
June 3rd, 2010 at 12:51 am
ditilik-tilik, ko tambah seeur nya Kang siswa anu gagal UAN ?
[Reply]
Hariez Reply:
June 3rd, 2010 at 12:56 am
mudah-mudahan aya perbaikan sistem di pendidikan mendatang…amien
[Reply]
Hariez Reply:
June 3rd, 2010 at 12:58 am
salam hangat kanggo Kang de sakulawargi…
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 4:49 pm
Salam sukses juga kanggo kang Riez sakulawargi…
kezedot Reply:
June 6th, 2010 at 10:56 am
yap benar
kita berharap sedemikian
salam dalam persahabatan
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 9:42 pm
Salam persahabatan juga & Piss
duh kumaha atuh kang, kudu disakolakeun kamana atuh ieu murangkalih abdi
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:01 pm
kamana nya?
*balik nanya, lieur mode on*
[Reply]
ini yang komentar ada yang siswa ada juga yang guru… masing2 punya argumen
der kadinya sing rame ah
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:03 pm
derrr… sok lah…
[Reply]
sigana kedah aya guru baru yeuh..urang daftar lah kekeke
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:04 pm
mangga kang.. sok atuh dalaftar… heuehu..
[Reply]
Yang perlu ditanyakan adalah Tujuan pendidikan. Apakah memang menyiapkan manusia yang siap pakai atau untuk pembekalan belaka yang harus diikuti pendidikan lanjutan.
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:25 pm
Betul Pakde. Salam hangat juga.. maaf ga bisa ikut memeriahkan acaranya. Beberapa hari kemarin ada keperluan yg memaksa utk off…
[Reply]
Saya banyak gak setujunya mas…. …. terlalu mindset bukan motorik.. itu sebenarnya intinya…….
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:25 pm
hm…. bisa juga..
[Reply]
menurut aku sih..
IQ dan well-informed-person bukanlah segalanya sekarang..
tapi orang yang kreatif dan inovatif yang akan maju di dunia baru ini…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:37 pm
Betul pisan….
[Reply]
ilmu tinggi memang bukan segalanya,tapi ahklak yg tinggi itulah sebenarnya yg dicari.
orang tidak perduli seberapa banyak ilmu kita,tapi mereka perduli seberapa perduli kita terhadap orang lain
[Reply]
sapta Reply:
June 3rd, 2010 at 6:57 pm
setuju…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:40 pm
Benar Bang…
[Reply]
wow… mahasiswa ITB aja yg katanya salah satu univ terbaik di Indonesia sdh punya profil mahasiswa kyk gitu…apalgi di univ lain…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 5:41 pm
[Reply]
kalo diganti sih gak juga. karena bagaimanpuan, setiap kekurangan ada kelebihan
mending memperbaiki yang kurang kurang
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 6:02 pm
Siipp Zul… komennya OK
[Reply]
berharap aja.. semoga pendidikan indonesia tambah baik dan jauh dari segala macam sikap premanisme yg berkedok mahasiswa.. semoga pendidikan indonesia lebih maju lg.. amin..
salam pisss dan semangattz
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 6:03 pm
Amin.. juga…
[Reply]
pendidikan dasar dan menengah terlalu fokus kepada UN, mana bisa berkualitas…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 6:06 pm
Iya … optimis saja.. smoga kedepannya smakin berkualitas…
[Reply]
Setuju, tapi bukan salah satu atau dua pihak saja. Lagi pula ukuran gagal berhasil kan bukan hanya standar evaluasi dari pemerintah.
[Reply]
citromduro Reply:
June 5th, 2010 at 3:56 pm
gagal secara UNAS belum tentu pendidikan gagal kan kang
tapi kalau itu sudah standart apa harus salah
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 6:07 pm
Betul gan…
[Reply]
wah betulkah sistem pendidikan yang gagal kang
[Reply]
citromduro Reply:
June 5th, 2010 at 3:57 pm
selamat berakhir pekan kang
salam dari pamekasan madura semoga shat dan bahagia bersama kelauarga tercinta
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 9:19 pm
Selmat juga Mas Citro… Mpisss
[Reply]
seharusnyalah sudah pendidikan di orintasikan bukan hanya jangka pendek semata melainkan membangun manusia seutuhnya, cerdas ilmu cerdas akal dan budi pekerti
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 9:39 pm
Betul, semoga saja bisa tercapai
[Reply]
saya setuju dengan kalimat yang paling akhir….
Kalau sistem pendidikan nasional telah gagal, berarti sistem pendidikan di Indonesia perlu diperbaiki? atau diganti? ***
teringat teman saya waktu duluh..terpaksa ga bisa melanjutkan sekolahnya dikarenakan kurang biaya atau tidak ada biaya lagi ” menggaris bawai : sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia adalah sekular materialistik ” hal ini benar-benar terjadi.
salam hangat
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 10:03 pm
Salam hangat juga Andie… Pisss hehe
[Reply]
sang newbie Reply:
June 13th, 2010 at 10:43 pm
kang dede teu aja..hahahaha
pisssss juga dech
[Reply]
antara nilai IPK dan jiwwa leader….keduanya sangat penting…entah lebih berarti mana saya tidak tau yang jelas untuk berjalan seimbang antara keduanya, saya mersa susah…
SBY memilih 3 orang pendobrak bangsa indonesia (maaf kang lupa namanya) salah 1 dari mereka berkata : IPK baik akan sedikit gampang mencari kerjaan…tapi jika jiwa leader akan mudah menuju kesuksesan..
salam adem ayem kang
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 10:08 pm
Sippp .. betul Andi..
[Reply]
Kalau gagal, salah siapa?
[Reply]
sang newbie Reply:
June 7th, 2010 at 1:11 am
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 10:11 pm
Salah siapa ya?…
(balik nanya… bingung…)
[Reply]
ada yang kurang tepat..
seolah-olah wajib belajar = wajib sekolah
padahal belajar bisa dimana saja, kapan saja
seperti perintah agama
menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin
bukan sekolah yhang wajib
tapi menuntut ilmu
ya kan Kang Dede?
salam sukses..
sedj
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 10:15 pm
Betul banget ms..
SUkses juga untuk Mas Sedjatee
[Reply]
met pagii met aktifitas…apakabarr kang??
hihihi tingkat percaya diri urutan nya k 4
bri kira pertama
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 10:18 pm
Malam Bri… Sukses untukmu
[Reply]
Assalamu’alaikum,
Sebenarnya tujuan pendidikan kita sudah baik seperti yang tertulis dalam Undang-undang, tapi dalam menuangkan tujuan itu banyak yang menyimpang dari arah tujuan itu. Kemauan politik para penyelenggara pemerintahan tampak tidak sepenuh hati dalam memajukan pendidikan ini. Setiap praktisi dan stakeholder pendidikan di negeri ini tahu betul bagaimana keadaan pendidikan kita yang sangat memprihatinkan ini. Untuk memperbaikinya sudah sangat sulit bisa berhasil dalam waktu beberapa tahun saja. Dan untuk itu perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, praktisi dan birokrasi pendidikan, itu pun akan memakan waktu yang cukup lama.
Terima kasih Pak Dede, sebuah tulisan yang akan mengusik hati semua praktisi dan stakeholder pendidikan.
Salam.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 10:19 pm
Wa’alaikumsalam…
Amin, semoga saja demikian kang.
[Reply]
sepertinya sistemnya yang perlu diganti
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 10:21 pm
Apapun itu… kalau bisa membuat pendidikan lebih baik… harus dilakukan
[Reply]
sebenarnya tdk seluruhnya kesalahan pd sistem.
guru2 pun masih banyak yg tdk mau meningkatkan dirinya sendiri, dgn kemajuan teknologi yg ada.
selain itu mungkin juga perlu disadari tujuan dr pendidikan itu sendiri,
apakah utk mencetak generasi siap pakai atau hrs dilanjutkan lagi keahliannya pd bidang tertentu.
Sebaiknya memang dipikirkan bersama2 dgn instansi terkait langsung dgn pendidikan kita.
salam
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:04 pm
setuju bunda…. ini tanggung jawab bersama..
[Reply]
wuih, mahasiswa ITB aja kek gitu apalagi yang laen nih
perlu diperhitungkan masalah pendidikan di negara kita nih
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:12 pm
Betul Prof…
[Reply]
jangan sampe sistem pendidikan jadi ajang percobaan buat generasi saat ini.. kasian liatnya.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:17 pm
Jangan sampai…
[Reply]
Saya melihat akar permasalahan ini terjadi pada learning process yang kita kembangkan selama ini, dimana pembelajaran cenderung lebih bergaya behavioristik, kurang memberikan ruang kreatif bagi siswa.dan kurang membentuk jiwa enterpreneurship.
Tentunya ini menjadi tantangan bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan
Terima kasih atas infonya.
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:11 pm
sawangsulna kang Adjat
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:50 pm
hehe… nuhun kang, pangwalerkeun
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:20 pm
Sama-sama terima kasih komen + masukannya
[Reply]
harus diperbaiki……………………….
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:12 pm
siap pak Hakim
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:20 pm
Yap…

eh…. sory ya sy jarang komen kalo pake disqus
[Reply]
Assalaamu’alaikum Dede
Saya bersetuju dengan pendapat Akhmad Sudrajat. Jika gaya pembelajarannya bersifat teori behaviorisme, hal ini seperti hanya mengikuti sahaja tidak terkait dengan pengalaman. maka teori pembelajaran konstrutiivisme harus ditekankan kerana pelajar belajar melalui pengalaman yang punya kontekstual dengan pembelajarannya. Keadaan sistem pembelajaran yang lebih bersifat exam oriented juga memendekkan jarak untuk pelajar kita menjadi kreatif dalam pemikiran dan kepimpinan. semoga ada perubahan dalam sistem pendidikan pada masa akan datang. Info yang menarik. Salam mesra dari saya.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:22 pm
Wa’alaikumsalam Bunda Siti…
Salam mesra juga dari Legokjawa Cimerak Ciamis Indonesia
[Reply]
sekarang jamannya bukan mendidik menjadi penghafal yang ulung tapi menciptakan insan yang mempunyai analisis yang tinggi, tahu implementasi, berakhlak dan percaya diri.
sebuah usaha yang lumayan berat……
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:11 pm
dan barusan adalah komentar yang berat
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:27 pm
benar juga
[Reply]
MERDEKAA!!!!!
kemana aja neh… ayo semangattzz… suksess aja yaa….. !!!
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:10 pm
lagi lalajo piala dunya
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:35 pm
Merdek juga & Piss…. biasa bang sibuk teu puguh…
[Reply]
solusinya adalah memperketat jara belajar mengajar…
mengutamakan kualitas cara mengajar,sebagian besar siswa pastinya kurang begitu faham apa yang diajarkan pengajar (dalam segi penyampaian materi).pengajar selalu berusaha menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap siswanya (ini yang amat penting)
ada tambahan lain…????
salam sejahtera
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:09 pm
harusnya guru menempatkan diri sebagai murid
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:37 pm
Salam sejahtera juga & Piss juga hehee
[Reply]
Sepakat !… Penentu kebijakan dalam sistem pendidikan indonesia seperti kurikulum, silabus dll banyak membingungkan. Maka menghasilkan generasi bingung seperti sekarang.
Salam sobat
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:39 pm
Salam juga SOb…
[Reply]
walau sekolah saya gagal ( gak sampai lulus ) saya gak ingin mengulangi kegagalan dalam hidup saya… cita2nya seh pengen usaha mandiri…. semoga bisa
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:09 pm
turut mendoakan kang
semoga berhasil
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:40 pm
Insya Allah bisa… sy do’akan…
[Reply]
semoga kang dede sekeluarga selalu dalam lindungan Allah….
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:08 pm
amiiiiiinnnn…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:53 pm
Aminn juga nuhun do’anya kang…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:41 pm
Alhamdulilah baik kang, kemarin2 emang sering off…
[Reply]
kamana wae kang dede..kangen yeuh saya eh eh eh
[Reply]
sangsaka Reply:
June 12th, 2010 at 9:07 pm
nuju sibuk ku piala dunya kang
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:52 pm
[Reply]
dedekusn Reply:
June 13th, 2010 at 11:48 pm
AYa kang…. maklum profesi oemar bakrie… diakhir semester banyak kerjaan
[Reply]
Semoga lain kali dan yang akan datang gak gagal lagi
[Reply]
dedekusn Reply:
June 20th, 2010 at 11:36 pm
Amin….
[Reply]
Kalo gagal entar kaya apa dong anak kita
[Reply]
Sepertinya gagal nggak cuma dalam penerapannya banyak kendala saja dan kurang sesuai dengan keadaan
Wakkakkkakk
Sok pakar nya kang dadang
[Reply]
PR yang berat bagi kita semua sebagai seorang Guru Kang…
[Reply]
dedekusn Reply:
June 21st, 2010 at 12:16 am
Betul….
[Reply]
Kebijakan pendidikan nasional kita selama ini jauh dari kesan membumi. Akibatnya setiap kebijakan pendidikan nasional yang diambil Pemerintah selalu menimbulkan polemik dan kontroversi, dan bila dipaksakan, maka yang timbul hanyalah permasalahan baru.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 20th, 2010 at 11:39 pm
Betul…
[Reply]
“Ada 4 persoalan yang telah menjadikan sistem pendidikan nasional menjadi ruwet seperti sekarang ini, pertama, Penerapan Ujian Nasional; kedua, persoalan sertifikasi guru; ketiga,persoalan sekolah berstandar internasional; dan keempat, masalah undang-undang BHP.Kini sistem pendidikan kita begitu kompleks, tetapi tanpa makna,”
[Reply]
dedekusn Reply:
June 20th, 2010 at 11:42 pm
Iya bang… Sipp..
[Reply]
Secara pribadi saya tidak cukup berkompeten berbicara soal ujian nasional, karena saya hanya lah guru madrasah biasa. Namun sepanjang karir saya sebagai guru setidaknya sudah 8 tahun terakhir ini saya terlibat aktif dalam penyelenggaraan ujian nasional entah itu selaku panitia maupun pengawas umum, sehingga menurut saya pengalaman yang ada tersebut cukup memberikan gambaran akan ruwetnya prosesi ujian nasional tersebut. Beberapa rekan guru menyebutnya dilema moral, saya sendiri menyebutnya anomali sistem pendidikan.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 20th, 2010 at 11:44 pm
Bener banget bang…. sangat diematis…. atw anomali menurut bahasa imia Bang Iwan mah
[Reply]
Penerapan kebijakan ujian nasional, telah bermasalah sejak pertama kali ditetapkan. Namun, pemerintah seolah tutup mata dan jalan terus tanpa ada proses jeda, evaluasi, dan perbaikan.
[Reply]
dedekusn Reply:
June 20th, 2010 at 11:45 pm
Tutup mataalias pura2 ga melihat….,
[Reply]
wah gak di duga2 hancur banget ya….
[Reply]