Masih terekam dalam ingatanku, dulu dikampungku televisi (TV) jarang dimiliki, walaupun ada TV-nya masih hitam putih dengan chanel hanya TVRI, yang nonton hampir sekampung. Kini TV hitam putih hampir punah tergantikan oleh TV berwarna, ini pun telah mengalami beberapa kali evolusi, dari yang cembung, analog, menjadi TV digital yang super tipis, flat, dll., tapi semuanya masih dalam bentuk media dua dimensi.

Kini pengembang sudah mulai mengembangkan teknologinya untuk menghasilkan media tiga dimensi (3D). Hasilnya? Sungguh luar biasa, film 3D yang awalnya hanya bisa dinikmati dengan kaca mata khusus, sekarang film-film baru hampir semua dirilis dalam 3D, bioskop-bioskop  ‘21’ di kota-kota besarpun sudah dipersiapkan untuk memutar film-film 3D tanpa menggunakan alat bantu apapun selain mata, harganya memang masih relatif mahal.

Bukan hanya itu beberapa produsen: TV, kamera, game, printer, dll., terus berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam hal ini. Beberapa produsen TV mengklaim TV 3D akan segera tiba menggantikan televisi-televisi 2D, begitupun dengan produsen kamera, printer, game, dll.

Film dan TV yang kita tonton 3D, games 3D, kamera menghasilkan gambar 3D, hasil cetakan printer 3D, walau masih susah dibayangkan namun menurut beberapa pengamat prosesnya akan bertahap sama seperti peralihan dari TV hitam-putih ke TV berwarna.

Incoming search terms for the article:

Postingan lain

  • dedekusn adalah…
  • Success with TutorVista online learning
  • Tips: Learning Math and Algebra fun
  • Solusi mengatasi PIN Google yang tak sampai ke alamat kita
  • Dirgahayu ke-66 Negeriku
  • Tips Memanjakan Emosi Anak Didik
  • Sistem Pendidikan Nasional Gagal?
  • Dahsyatnya Zikir ‘Dewi Yana’
  • Hewan dan Tumbuhan Dapat Menikmati Musik?
  • Salam dan Selamat Idul Fitri 1432 H