Thursday, September 09, 2010

Posts Tagged ‘metode pendidikan’

Pendidikan inklusif sebagai HAM

Pendidikan inklusif sebagai HAM. Pentingnya pendidikan inklusif sebagaimana yang telah dibahas pada postingan sebelumnya, sampai sekarang luput dibicarakan. Padahal banyak hal yang bisa kita pelajari untuk meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan penerapan pendidikan inklusif. Para pengamat, pemerhati, dan praktisi pendidikan lebih fokus mengkritisi soal manajemen, kurikulum, komersialisasi buku, ujian nasional, dan rendahnya kualitas guru, yang harus diakui persoalan-persoalan tersebut sampai kini masih menyisakan masalah.

Ide pendidikan inklusif bermula dari kenyataan bahwa perilaku manusia (human behaviour) sangatlah kompleks sehingga hampir tidak mungkin mencari penyebab tunggal bagi ketidakstabilan emosional atau perilaku.

Berikut tiga persoalan mendasar yang harus dievaluasi dalam pendidikan Read more: Pendidikan inklusif sebagai HAM

Incoming search terms for the article:

Tips Memanjakan Emosi Anak Didik

Saat anak merasa bosan, mereka akan berontak dan berulah. Mereka akan belajar dengan segenap kemampuan jika mereka senang dan merasa terlibat dalam hal tersebut.

Berikut beberapa tips untuk memanjakan emosi anak agar fokus belajar Read more: Tips Memanjakan Emosi Anak Didik

Incoming search terms for the article:

Pentingnya Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif yaitu pendidikan yang dilaksanakan di sekolah / kelas reguler dengan melibatkan seluruh peserta didik tanpa kecuali, meliputi : anak yang memiliki perbedaan bahasa, beresiko putus sekolah karena sakit, kekurangan gizi, tidak berprestasi, anak yang berbeda agama, penyandang HIV/ AIDS, dan sebagainya. Mereka dididik dan diberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan cara yang ramah dan penuh kasih sayang tanpa diskriminasi.

Mengapa pendidikan inklusif Read more: Pentingnya Pendidikan Inklusif

Incoming search terms for the article:

Ketepatan “assesment, mutlak perlu!

Thomas Alfa Edison idiot, Albert Einstein siswa bodoh dan nakal, Archimedes gila, Wright bersaudara gila, dll. Hal tersebut contoh fenomena kesalahan persepsi terhadap perilaku anak didik yang bisa berakibat fatal bagi keberhasilan masa depannya. Hal bukan sesuatu yang tidak mungkin, menimpa akan-anak kita.

Berikut sekilas beberapa fenomena aneh perilaku salah terhadap ilmuwan-ilmuwan tersebut :

Thomas Alfa Edison

Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison

Thomas Alfa Edison ilmuwan besar yang lahir 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat. Kecil-nya divonis gurunya sebagai siswa yang idiot, sehingga setelah 3 bulan sekolah ia di-drop out (DO) alias dikeluarkan dari sekolahnya. Beruntung, ibundanya melatih membaca dan berhitung, sehingga kecerdasan Edison kecil berkembang, bahkan menjadi pemikir terbesar sepanjang masa karena dapat menemukan 3000 jenis penemuan salah satunya ‘lampu listrik’.

Bahkan dalam salah satu biografinya disebutkan bahwa Edison berhasil menemukan lampu pijar setelah mengalami kegagalan 999 kali, artinya baru penelitian yang ke 1000 kali Edison menemukan lampu listrik. Sungguh keuletan yang luar biasa. Kalau saja Edison frustasi dan memberhentikan percobaan penelitiannya ketika mengalamai kegagalan yang je 999 kali, entah seperti apa bentuk penerangan sekarang. Read more: Ketepatan “assesment, mutlak perlu!

Incoming search terms for the article: