Sosok hebat bi Irah

November 20th, 2013 by dedekusn | Posted under Umum.

Zemanta Related Posts ThumbnailTubuhnya mulai renta, badannya kurus kering, kulitnya yang keriput karena faktor usia, tak mengurangi semangatnya bekerja demi sesuap nasi. Pekerja keras, jujur, pantang menyerah, pantang minta-minta, dan pantang dikasihani. Semangat kerjanya sangat tinggi, kerja sebagai buruh tani harian yang mengandalkan kekuatan fisik. Itulah yang saya lihat dari diri bi Irah, begitu dia biasa dipanggil. Wanita asal kampung  tetangga yang semangatnya bekerja, kedisplinan waktunya dalam bekerja, kejujurannya, membuat simpatik banyak orang, saya perlu banyak belajar darinya.

Beberapa hari lalu kami mengandalkan jasanya untuk membersihkan halaman rumah sekaligus kebun. Jika buruh lain biasanya datang bekerja sekitar pukul 07.00 – 07.30, dia sudah datang dan mulai bekerja  sejak pukul 5.20 pagi. Awalnya kami tidak terlalu heran, karena mengira dia akan berhenti kerja lebih awal. Tapi kenyataannya? Pukul 17.00 atau jam 5 sore masih juga bekerja, sebenarnya sejak ba’da ashar kami sudah mengingatkannya agar pekerjaan dilanjutkan keesokannya, tapi tak dihiraukan. Saya tidak memaksanya untuk pulang lebih awal karena itu kemauannya, lebih baik upah hariannya yang ditambah, begitu pikir saya.

Bi Irah hebat

Sosok Hebat bi Irah hebat

Keesokannya seperti di hari sebelumnya dia tetep datang sekitar pukul 05.20 dan langsung kerja, pulang kerjanya pun sama seperti sehari sebelumnya, menjelang magrib. Karena pekerjaan sudah selesai, istri saya langsung membayar setelah sebelumnya bertanya dulu, berapa upah yang harus dibayar? Diluar dugaan dia hanya memasang tarif Rp. 50.000,-/ hari, Saya sampai heran, terharu, kok semurah itu? Istri saya bahkan bertanya berulang, tapi memang dia tak salah dengar. Bi Irah hanya memasang tarif Rp. 50.000,- untuk kerja fisik dari sekitar pukul 05.20 sampai lebih dari pukul 17.00. Dan yang luar biasa lagi, dia keukeuh menolak ketika istriku ingin memberi uang lebih.  Ketika setengah dipaksapun bahkan dipaksa, beliau tetep pada pendiriannya, menolak uang lebih dari kami, padahal kami sangat ikhlas. Aneh. Akhirnya istri saya mengalah dan di lain waktu kami bermaksud langsung datang ke rumahnya untuk bersilaturahim dan memberi alakadarnya, Insya Allah. Saya tak habis pikir, kok masih ada orang seperti ini? Ketika banyak pejabat korupsi:, korupsi uang & korupsi waktu, Bi Irah masih jujur dan sangat disiplin, ketika banyak orang berpangku tangan berharap belas kasihan orang lain, bi Irah pantang menyerah dan anti belas kasihan orang lain. Subhanallah…. Saya perlu banyak belajar dari mu bi.

Share Button

Tags: , , , , , , , ,

Comments

24 Responses to “Sosok hebat bi Irah”
  1. wina azam mengatakan:

    pengen kenal sama bi irah, biar ketularan sifatnya yg mulia

  2. Tina Latief mengatakan:

    Harusnya para pejabat di luar sana mencontoh bi irah, ia bekerja keras saja gajinya sedikit. Yang duduk-duduk saja malah banyak yg korupsi..

  3. Villa di Lembang mengatakan:

    dari sekian banyak orang gak jujur di zaman pasti masih ada orang yang hebat seperti bi Irah walaupun sulit untuk menemukannya, seperti mencari jarum di tumpukan jerami
    salut buat bi irah :thumbup

  4. Efi Fitriyyah mengatakan:

    Malu ah sama Bi Irah. Ironis sekali dengan fenomena buruh yangn minta kenaikan upah yaaa. Bukan bermaksud membandingkan dan membuat posisi buruh jadi jelek, tapi dari pengorbanan tenaganya, mestinya Bi Irah berhak dapat apresiasi dengan upah yang lebih baik. Salut!

  5. delia mengatakan:

    Salut benar..
    lia juga pernah jumpa orang yang rada mirip bi irah… kerja dengan ikhlas dan amanah….
    malu jadinya .. saya aja kadang masih hitung2an…. 🙁

  6. montana mengatakan:

    salam singgah di sini ya saudara….terima kasih kerana sudi datang ke blog saya…

  7. Purnomo mengatakan:

    Banyak pelajaran dan makna yg bisa kita ambil dari cerita di atas ya mas..
    Semoga menjd renungan untuk kita semua 🙂

  8. keke naima mengatakan:

    thx udh sharing, ya. Sy jd dpt pelajaran dr tulisan ini. Hmmm… buruh2 yg suka demo jg hrs baca ini 🙂

  9. Siti Fatimah Ahmad mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, nanda Dedkusn…

    Senang bisa kembali bersilaturahmi kemari. malah disaji dengan kisah yang mengusik hati. Bunda rasa kagum atas keikhlasan dan kejujuran Bi Irah dalam pekerjaannya. Memang jiwanya kuat dan teguh pada amanah.

    Patut dijadikan buruh panutan yang hebat kepada setiap buruh yang suka merungut dalam melakukan pekerjaan sedangkan mungkin kerjaan mereka lebih mudah dari Bi Irah.

    Kisah yang menginspirasikan untuk bunda sendiri agar amanah, jujur dan ikhlas dalam apa juga tugas yang disandang. Aamiin.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 😀

    • dedekusn mengatakan:

      Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Sy juga senang atas kunjungan bunda Siti FA, terima kasih sudah meluangkan waktu bersilaturahim kesini. Semoga kita bisa tetap menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.
      Salam hangat juga dari Pangandaran 🙂

  10. Wita mengatakan:

    ceritanya mengharukan,bagus banget

  11. kang haris mengatakan:

    Salut buat sosok Bi Irah ya kang 🙂

Do you have any comments on Sosok hebat bi Irah ?