Mengapa Pelupa?

April 1st, 2015 by dedekusn | Posted under Umum.

30032015(002)aEntah faktor apa, akhir-akhir ini saya jadi pelupa, sebenarnya dari dulu juga termasuk pelupa, cuma beberapa hari ini rasanya semakin menjadi. Sering lupa menaruh kunci kendaraan, lupa tempat menyimpan dompet, lupa bawa atau menyimpan HP, pernah berangkat bawa motor pulang jalan kaki (motor ketinggalan di halaman rumah tetangga), pernah lupa tempat parkir mobil, dan masih banyak kejadian lupa lain. Yang terbaru kejadian kemarin, ketika memperbaiki printer ditempat service resmi diluar kota, laptop ketinggalan. Padahal banyak dokumen penting tersimpan disitu. Begitu lupanya hingga awalnya harus ber-suudzon, meyakini bahwa laptop ada yang nyuri, karena yakin sudah dimasukkan ke mobil. Baru ingat setelah diingatkan Abie putraku. Laptop ketinggalan di toko tempat service. Masih untung – ketika saya telpon tokonya – laptop sudah diamankan oleh salah seorang karyawan. Kejadian lupa tidak sampai disitu, jelang waktu pengambilan, nota pengambilan service printer hilang. :15:

Mengapa saya pelupa? Karena terlalu banyak pikiran? atau mulai pikun padahal usia masih 30-an? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tak bisa terjawab pasti. Namun, selama ini merasa biasa saja, tidak terlalu banyak masalah, tidak ada hal yang membuatku stress berkepanjangan.

Saya coba googling mencari jawaban faktor penyebab pelupa. Ternyata banyak sekali faktornya, diantarannya karena banyak pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi dan harus beralih dari satu urusan ke urusan lain dalam waktu yang cepat, terlalu banyak multitasking. Jika pelupa karena faktor ini, solusinya harus lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas.

Kemungkinan lain seseorang pelupa adalah gejala penyakit Alzheimer. Alzheimer merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil (Wikipedia). Penyakit ini menurut guru besar UGM Prof. Zullies Ikawati dalam blognya “zulliesikawati.wordpress.com” merupakan suatu sindrom demensia (kepikunan) yang ditandai dengan penurunan ingatan dan kemampuan kognitif pasien secara progresif/cepat. Penyakit Alzheimer ada stage dan levelnya, jika ingin tahu lebih detil silahkan searching sendiri. :mrgreen:

Tanpa mengabaikan kemungkinan lain, gejala Alzheimer-lah yang paling menarik perhatian saya, menarik perhatian karena menakutkan. Karena walau Alzheimer lebih sering menyerang manula, tapi bisa juga menyerang orang yang usianya lebih muda dan gejala awalnya – stage 1 sampai 5 – biasanya tidak disadari oleh penderita. Naudzubillah mudah-mudahan pelupanya saya bukan gejala penyakit ini.

Setelah sharing dengan beberapa teman kerja, ternyata ada beberapa teman yang juga sama-sama pelupa, bahkan beberapa diantaranya kejadian lupanya hampir sama, seperti pulang jalan kaki padahal berangkat kerja bawa sepeda motor, lupa nyimpan kunci kendaraan, dll., padahal diantara mereka ada yang usianya beberapa tahun lebih muda dari saya. Hal ini membuat saya lebih tenang, bukan senang karena ada teman sependeritaan, tapi mudah-mudahan pelupa saya masih normal sebagaimana orang lain sering mengalami dan bisa berangsur lebih baik lagi.

Lupa memang manusiawi, tapi menurut pendapat beberapa ahli sebagaimana dikutif dari ‘Prevention International’ pelupa setidaknya bisa dicegah dengan kebiasaan hidup sehat seperti : selalu sarapan, tidur nyenyak dan berkualitas, rajin berolah raga, dll. Lain lagi dengan Alzheimer, jika sudah terkena penyakit ini diperlukan terapi khusus untuk menyembuhkannya.

Namun ada hal sangat penting yang sering diabaikan yaitu mengingat sang pencipta Allah SWT.  Saya meyakini segala penyakit datang dan sembuh atas izin Allah, karenanya selain upaya-upaya medis, mengingat Allah dan selalu bersyukur atas nikmat-Nya harus selalu dijalankan.

Share Button

Tags: , , , ,

Comments

15 Responses to “Mengapa Pelupa?”
  1. pelupa kadang bikin kita repot

  2. ,mo mengatakan:

    salam kenal…….

  3. sepakgol mengatakan:

    sangat bermamfaat……..

  4. nita mengatakan:

    terima kasih brow……..

  5. semoga saja penyakit pelupanya tidak keterusan terus menerus

  6. emiscara mengatakan:

    Serius sampe “lupa motor ketinggalan di halaman rumah tetangga”?
    sya juga sering lupa tapi biasanya kalau mau ngerjain sesuatu kebanyakan yg dipikirin akhirnya banyak yg lupa deh

  7. bisa sampai lupa begitu motor ketingalan

  8. pelupa memang kadang bikin kita susah

  9. Ricalinu mengatakan:

    semoga pelupa tidak keterusan

  10. wah jadi orang pelupa memang ribet

  11. kips mengatakan:

    Ketika kondisi pikiran tidak fokus kadang sering menjadi lupa, selain itu faktor usia juga turut berpengaruh “yg 1 ini khusus alesan dari manula” 😀

  12. Ginseng Kianpi Pil mengatakan:

    pelupa karena banyak hal yang harus di kerjakan jadi lupa mudah pelupa

  13. Bams mengatakan:

    wah multitasking bisa bikin pelupa ya? wah harus folus satu pekerjaan aja nih kayaknya 😀

  14. Pada hakikatnya manusai sebagai mahluk tempat lupa dan salah, namun seiring dengan itu jangan jadikan hal itu alasan untuk kita selalu ada dalam kondisi tersebut,

Do you have any comments on Mengapa Pelupa? ?